Pada
umumnya masyarakat hanya mengetahui Nicotiana Tabacum atau yang dikenal
sebagai tembakau sebagai bahan baku utama rokok, dan tentu saja banyak
yang menganggap daun ini hanya memiliki dampak negatif, namun ada
baiknya jika anda mengetahui 10 manfaat daun ini.
1. Hasilkan Protein Anti Kanker
Tembakau tidak selalu
berkonotasi negatif sebagai penyebab kanker, ternyata tanaman tersebut
dapat pula menghasilkan protein anti-kanker yang berguna bagi penderita
kanker, kata peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia (LIPI), DR Arief Budi Witarto MEng, demikian
seperti dikutip Antara.
“Protein dibuat oleh DNA dari
tubuh kita, kita masukkan DNA yang dimaksud itu ke tembakau melalui
bakteri, begitu masuk, tumbuhan ini akan membuat protein sesuai DNA yang
dimasukkan. Kalau tumbuhan itu panen, kita dapat cairannya berupa
protein,” katanya.
Selain untuk protein antikanker,
GSCF, ujarnya, bisa juga untuk menstimulasi perbanyakan sel tunas
(stemcell) yang bisa dikembangkan untuk memulihkan jaringan fungsi tubuh
yang sudah rusak.
Mencegah kanker mulut rahim
:Tembakau mengandung sumber protein yang dapat menstimulasi antibody
terhadap human papilloma virus (HPV), yang menjadi penyebab kanker mulut
rahim.
2. Melepaskan Gigitan Lintah
Manfaat tembakau, selain bisa
diekstrak dan diambil bagian tertentu seperti nikotin yang digunakan di
berbagai macam produk baik makanan maupun minuman, tembakau juga bisa
kita gunakan untuk melepaskan gigitan lintah kalo lagi di dalam hutan,
tembakau juga bisa digunakan untuk insektisida karena nikotin yang
terkandung merupakan neurotoxin yang sangat ampuh untuk serangga.
Serangga aja mati …. pantes aja kalo manusia bisa mati karenanya.
3. Obat Diabetes & Antibodi
Para ilmuwan berhasil
menggunakan tembakau yang dimodifikasi secara genetik untuk memproduksi
obat diabetes dan kekebalan tubuh. Hasil penelitian itu dipublikasikan
dalam jurnal BMC Biotechnology, awal Maret lalu.
4. Anti Radang
Ilmuwan dari beberapa lembaga
penelitian Eropa berpartisipasi dalam proyek bertajuk “Pharma-Planta”
yang dipimpin Profesor Mario Pezzotti dari Universitas Verona itu.
Mereka membuat tembakau transgenik yang memproduksi interleukin-10
(IL-10), yang merupakan cytokine anti-radang yang ampuh. Cytokine adalah
protein yang merangsang sel-sel kekebalan tubuh agar aktif.
Kode genetik (DNA) yang mengode
IL-10 ditanam dalam tembakau, lalu tembakau akan memproduksi protein
tersebut. Mereka mencoba dua versi IL-10 yang berbeda. Satu dari virus,
yang lainnya dari tikus. Para peneliti menemukan, tembakau dapat
memproduksi dua bentuk IL-10 itu dengan tepat. Produksi cytokine yang
aktif cukup tinggi, yang mungkin dapat digunakan lewat proses ekstraksi
dan pemurnian.
Langkah selanjutnya, IL-10 hasil
tembakau itu diberikan kepada tikus untuk meneliti seberapa efektif ia
membangkitkan kekebalan tubuh. Penelitian menggunakan IL-10 hasil
tembakau dalam dosis kecil dapat membantu mencegah kencing manis atau
diabetes melitus tipe 1. Diabetes melitus tipe 1 atau diabetes anak-anak
dicirikan dengan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pankreas.
Sehingga terjadi kekurangan insulin pada tubuh. Diabetes tipe ini dapat
diderita anak-anak maupun orang dewasa.
5. Obat HIV/AIDS
Tembakau juga bisa menghasilkan
protein obat human immunodeficiency virus (HIV) penyebab AIDS, yang
disebut griffithsin. HIV adalah virus yang menginfeksi sel sistem
kekebalan tubuh manusia. Bedanya, bukan tembakaunya yang menghasilkan
protein, melainkan virus tembakaunya.
6. Pemelihara Kesehatan Ternak
Ekstrak tembakau (nikotin 1,68%)
mempunyai ptensi untuk membasmi cacing H. contortus. Sebagai akibatnya
hasil pengobatan akan memberikan keuntungan bagi para pemelihara ternak,
sebab kesehatan ternak tersebut makin baik.
7. Penghilang Embun
Tembakau bisa juga digunakan
untuk menghilangkan “embun” pada kaca dalam mobil pada waktu hujan
dengan cara menggosokkan tembakau pada kaca tersebut.
8. Obat Luka
Untuk obat luka dipakai ± 25
gram daun segar Nicotiana tabacum, dicuci dan ditumbuk sampai lumat.
ditambah minyak tanah ± 25 ml diperas dan disaring. Hasil saringan
dioleskan pada luka.
Baru-baru ini, para peneliti
dari Laboratorium Bioteknologi Universitas Thomas Jefferson telah
mengidentifikasi beberapa teknik untuk meningkatkan kadar minyak nabati
dalam daun tanaman tembakau, hal tersebut merupakan langkah awal dalam
memanfaatkan tanaman ini untuk keperluan biofuel. Hasil penelitian
mereka ini kemudian dipublikasikan di Jurnal Plant Biotechnology.
Menurut Vyacheslav Andrianov,
Ph.D., asisten profesor di bidang Biologi Kanker di Lab. Jefferson
Medical College of Thomas Jefferson University, tembakau dapat
menghasilkan biofuel lebih efisien daripada produk pertanian lainnya.
Namun, sebagian besar minyaknya hanya terkandung di dalam biji/ benih
tembakau (sekitar 40 persen minyak per berat kering).
Meskipun kandungan minyak nabati
biji tembakau telah diuji dan dapat digunakan sebagai bahan bakar mesin
diesel, namun produksi biji tanaman tembakau masih sangat rendah, yakni
sekitar 600 kg biji per hektar. Dr Andrianov dan rekan-rekannya
kemudian berusaha untuk merekayasa gen penghasil minyak nabati biji
tembakau ini agar pembentukan minyak nabati pada tajuk tanaman tembakau
seoptimal kadar minyak dari biji tembakau. bisa jadi alternatif energi
ngurangin global warming.
Tentang Tembakau
Tembakau (Nicotiana spp., L.)
adalah genus tanaman yang berdaun lebar yang berasal dari daerah Amerika
Utara dan Amerika Selatan. Daun dari pohon ini sering digunakan sebagai
bahan baku rokok, baik dengan menggunakan pipa maupun digulung dalam
bentuk rokok atau cerutu. Daun tembakau dapat pula dikunyah atau
dikulum, dan ada pula yang menghisap bubuk tembakau melalui hidung.
Tanaman tembakau ditanam di
seluruh dunia di lebih dari 100 negara dengan Cina sebagai produsen
terbesar, diikuti oleh Amerika Serikat, Brazil, India, Zimbabwe dan
Turki. Ada tiga jenis tembakau yang diproduksi dari semua negara-negara
itu.
- Virginia, yang juga dijuluki tembakau terang karena warnanya yang kuning ke oranye, diperoleh dari proses flue-curing.
- Burley, yang berwarna coklat setelahmelewati proses air-curing dengan hampir tidak ada; kadar gula, memberikan rasa seperti cerutu.
- Oriental, yang berdaun kecil dan beraroma tinggi dibantu proses sun-curing.
Tanaman ini kasar dan berbau,
dengan daun yang besar dan menjurai dari satu pusat batang. Tanaman ini
dipotong saat ketinggian tertentu, agar segala kekuatan tanaman itu
diarahkan ke perkembangan daunnya yang berharga. Bijinya sangat kecil,
satu sendok makan dapat berisi hingga 60.000 biji. Satu tanaman tembakau
dewasa dapat menghasilkan jutaan biji.
Masa penuaian tembakau berkisar
antara 2-5 bulan setelah bibitnya ditanam, tergantung kepada jenis
tembakaunya. Daun tembakau saat dituai berwarna hijau dan tidak
mempunyai karakter, warna dan rasa sebelum melewati proses curing atau
pengeringan.
Itulah mengapa proses curing yang ada empat macam itu sangat penting dalam penanaman tembakau :
- Air-curing, dilakukan dengan menggantung daun tembakau di tempat terbuka, menghasilkan daun yang rendah kadar gulanya.
- Flue-curing, digunakan terutama untuk tembakau sigaret, dengan menggunakan anas buatan yang disalurkan melalui pipa besi atau flue, menghasilkan daun dengan kadar gula tinggi.
- Fire-curing, yang sama dengan flue-curing, tetapi dengan api terbuka sebagai sumber panas buatannya yang menghasilkan daun coklat tua dan aroma asap.
- Sun-curing, dilakukan di bawah matahari, menghasilkan tembakau kunyah yang manis dan dengan kadar gula yang tinggi. Setelah melewati proses curing, kemudian tembakau yang sudah kering itu di grade dan disimpan untuk diumurkan sesuai kebutuhan.
Tembakau mengandung zat alkaloid
nikotin, sejenis neurotoxin yang sangat ampuh jika digunakan pada
serangga. Zat ini sering digunakan sebagai bahan utama insektisida.
