Pada Senin malam, 21 Oktober 2024, dunia pendidikan di Jawa Tengah mendapat suntikan inspirasi baru dengan diselenggarakannya webinar Sahabat Teknologi Jawa Tengah 2024 #2, bertema BATIK PAMILUTO (Berbagi Praktik Baik Pembelajaran Asyik, Menyenangkan, Inovatif, dan Leluasa Berteknologi secara Optimal). Webinar ini menjadi momen bagi para pendidik, khususnya di Jawa Tengah, untuk saling berbagi dan belajar mengenai praktik-praktik terbaik dalam memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran yang interaktif dan efektif. Dengan teknologi, para guru semakin terbantu dalam mewujudkan kelas yang kreatif, dinamis, serta sesuai dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.
Acara ini diadakan secara daring melalui Platform Merdeka Mengajar dan Google Meet, dimulai pukul 19.00 hingga 21.00 WIB. Dalam sambutan pembukaannya, Tukijo, Duta Teknologi Kemdikbudristek Jawa Tengah 2017, menekankan pentingnya teknologi sebagai alat yang dapat mendukung para guru menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, terarah, dan berdampak besar bagi para siswa. Menurut beliau, penggunaan TIK dalam pembelajaran bukan hanya tentang memperkenalkan alat-alat baru, tetapi juga tentang menghadirkan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan kaya makna, membuat siswa tidak hanya sekadar belajar tetapi juga menjadi bagian aktif dari pembelajaran itu sendiri.
Setelah sambutan inspiratif dari Tukijo, acara dilanjutkan dengan sesi utama, di mana empat narasumber yang berkompeten membagikan praktik terbaik mereka dalam mengintegrasikan TIK untuk menciptakan pembelajaran yang asyik, menyenangkan, dan penuh inovasi. Berikut adalah ringkasan materi yang dibawakan oleh masing-masing narasumber:
Nur Yahya Hanafi dari SMAN 1 Lasem membuka sesi dengan tema "PINTER METIK: Pembelajaran Interaktif tentang Kewirausahaan Menggunakan TIK". Nur Yahya Hanafi berbagi strategi bagaimana ia menggunakan berbagai alat seperti Merdeka Mengajar, Google Classroom, dan Quizizz untuk mengajarkan kewirausahaan secara interaktif kepada siswa. Dalam pembelajarannya, siswa tidak hanya belajar konsep kewirausahaan, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif dalam merancang ide-ide bisnis. Menggunakan metode interaktif ini, siswa lebih mudah memahami prinsip-prinsip kewirausahaan dan lebih terlibat dalam proses pembelajaran, karena disajikan secara menyenangkan dan relevan dengan dunia digital yang mereka kenal. Beliau menekankan bahwa pembelajaran berbasis teknologi mampu membuka wawasan siswa untuk memahami pentingnya inovasi dan kreatifitas dalam dunia kewirausahaan.
Eko Susanto dari SMAN 4 Pekalongan membawa peserta pada tema "ALGORITMATIK: Aksi Lintas Grade untuk Optimalisasi Pembelajaran Berdiferensiasi Terintegrasi Media TIK" dalam mata pelajaran Sejarah. Melalui strategi ini, Eko Susanto mengimplementasikan pendekatan lintas kelas, yang memungkinkan siswa dari berbagai tingkatan untuk bekerja sama dan belajar dari satu sama lain. Beliau menggunakan media TIK seperti Merdeka Mengajar, video pembelajaran, dan kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan pengalaman belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan siswa di berbagai tingkatan kelas. Eko juga memanfaatkan TIK dalam membuat konten sejarah yang menarik dan mudah dicerna oleh siswa, sehingga menjadikan pembelajaran sejarah lebih hidup dan relevan dengan konteks masa kini. Dengan metode ini, siswa belajar sejarah bukan sekadar menghafal peristiwa, melainkan memahami makna di baliknya, yang pada gilirannya memupuk kecintaan mereka pada pelajaran sejarah.
Robert Syarifudin dari SMAN 1 Randublatung memberikan perspektif unik melalui materinya berjudul "Inovasi Pembelajaran Terintegrasi TIK dengan Strategi MURDER". Strategi MURDER yang beliau gunakan merupakan singkatan dari Mood, Understand, Recall, Detect, Elaborate, dan Review. Melalui pendekatan ini, Robert menjelaskan bagaimana langkah-langkah tersebut, jika didukung dengan teknologi yang tepat, mampu meningkatkan fokus dan pemahaman siswa dalam setiap materi pelajaran. Strategi ini diterapkan dengan integrasi media TIK yang memungkinkan siswa untuk merefleksikan pembelajaran mereka secara mandiri, namun tetap dalam bimbingan dan arahan yang jelas dari guru. Dengan cara ini, Robert berhasil menciptakan pembelajaran yang tidak hanya efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa, tetapi juga membantu mereka dalam mengasah keterampilan berpikir kritis dan analitis.
Nurhidayati dari SMAN 3 Tegal menutup sesi dengan presentasi yang menarik berjudul "Pembelok Berisik Nan CanTIK: Pembelajaran Berkelompok Berasa Asik dengan Kecanggihan TIK". Dalam paparannya, Nurhidayati menjelaskan bahwa metode belajar berkelompok yang dibantu teknologi dapat membuat siswa lebih bersemangat dan aktif dalam berinteraksi. Menggunakan alat TIK, seperti aplikasi kolaboratif dan platform online, ia berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan di mana siswa merasa lebih bebas dalam berekspresi dan bekerja sama. Ia menekankan bahwa teknologi dapat digunakan untuk membentuk interaksi positif di antara siswa, sehingga mereka saling mendukung dan membantu dalam proses belajar. Dengan pendekatan ini, pembelajaran menjadi tidak hanya efektif, tetapi juga memberi kesan yang menyenangkan bagi siswa, menciptakan pengalaman yang berkesan.
Webinar ini memberikan banyak wawasan baru bagi para peserta yang hadir, sekaligus memotivasi mereka untuk terus berinovasi dalam menggunakan TIK sebagai media pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Dengan adanya BATIK PAMILUTO, diharapkan akan lahir lebih banyak lagi ide-ide kreatif dan inovatif dari para guru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih adaptif dan dinamis, sesuai dengan tantangan era digital. Komunitas belajar Sahabat PembaTIK 2024 di Jawa Tengah kini semakin kuat dan solid, membawa visi untuk mendukung terciptanya pendidikan yang berkualitas, modern, dan sesuai dengan kebutuhan zaman.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar