Assalamu'alaikum Wr. Wb. Halo, semua! Selamat datang di vlog saya. Perkenalkan saya Nur Yahya Hanafi,
sahabat teknologi dari SMA Negeri 1 Lasem-kabupaten Rembang Jawa Tengah . Di sini, saya ingin berbagi pengalaman
seru sebagai guru di SMAN 1 Lasem. Sebelum masuk ke topik, kita kenalan dulu
dengan Lasem,
kota kecil yang kaya budaya dan tradisi unik. Lasem terkenal dengan makanan
khasnya yang lezat, seperti lontong tuyuhan yang gurih dan lezat, serta batik
Lasem yang cantik dan penuh sejarah. Batik Lasem dikenal dengan warna merahnya
yang khas dan motifnya yang kaya akan makna budaya Tionghoa dan Jawa, sebuah
warisan yang membuat Lasem begitu istimewa. Sementara itu, SMAN 1 Lasem berdiri
sebagai sekolah unggulan yang mengedepankan pendidikan berkualitas untuk
membentuk siswa-siswi yang cerdas dan kreatif.
Dalam pembelajaran di SMAN 1 Lasem, saya menggunakan pendekatan
berdiferensiasi dan pembelajaran berbasis proyek. Ini semua bertujuan untuk
memberi pengalaman belajar yang interaktif dan adaptif sesuai kebutuhan siswa.
Kami juga menggunakan beberapa media pendukung seperti Google Classroom dan
Quizizz untuk memperkuat pemahaman siswa. Khusus di kelas XI semester 1, untuk
mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU), saya juga menerapkan MPI atau
“Metode Pembelajaran Interaktif” yang saya beri nama “Pinter Metik”
(Pembelajaran Interaktif tentang Kewirausahaan Menggunakan TIK). Nama ini
terinspirasi dari keinginan saya untuk menjadikan teknologi informasi sebagai
media efektif dalam mengembangkan pengetahuan kewirausahaan. Pada mata
pelajaran PKWU ini, siswa membuat komposter anaerob yang hasilnya berupa pupuk
cair dan padat. Pupuk ini tidak hanya memberikan pengalaman bagi siswa dalam
hal produksi, tetapi juga mengajarkan manfaat langsung bagi lingkungan dan
ekonomi. Pupuk hasil buatan siswa dapat digunakan untuk tanaman di sekolah atau
dijual sebagai produk ramah lingkungan.
Saya merasa pengalaman ini penting untuk dibagikan kepada rekan-rekan
sejawat. Oleh karena itu, saya memulai dengan mengajukan rencana kegiatan
berbagi praktik baik kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Lasem, Kamis, 17 Oktober
2024. Saya datang langsung ke kantor beliau, menyampaikan surat pengantar, dan
berdiskusi dengan Tim Kombel Smanela untuk merancang kegiatan ini.
Berikutnya, saya menemui Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
Kabupaten Rembang, Pak Drs. Sutrisno, M.Pd., untuk memohon dukungan. Karena
Sabtu, 19 Oktober 2024, adalah hari libur, kami akhirnya bertemu di rumah
pribadi beliau. Dengan dukungan beliau, saya merasa semakin bersemangat.
Selanjutnya, pada Senin, 21 Oktober 2024, saya menghubungi Pak Sumiat,
S.Pd., M.Pd., melalui WhatsApp untuk mengundangnya hadir di pertemuan MGMP PKWU
serta meminta beliau untuk membuka kegiatan berbagi praktik baik yang akan saya
selenggarakan. Dukungan beliau sangat berarti bagi kelancaran acara ini.
Pada Kamis, 24 Oktober 2024, saya juga bertemu langsung dengan Ibu Ida
Khoiryah, S.Pd., di ruang Kepala Sekolah SMA Kartini Rembang. Kami berdiskusi
tentang rencana kegiatan, dan dukungan beliau semakin memantapkan saya untuk
berbagi praktik baik ini di kegiatan MGMP PKWU.
Selain itu, saya juga berpartisipasi dalam Webinar BATIK PAMILUTO pada
Senin, 21 Oktober 2024, dari pukul 19.00 hingga 21.00 WIB. Di acara ini, kami
berbagi praktik pembelajaran yang asyik, menyenangkan, dan inovatif dengan
sentuhan teknologi yang optimal. Banyak ide-ide segar yang terinspirasi dari
webinar ini.
Akhirnya, Kamis, 24 Oktober 2024, pukul 9.00 - 11.30 WIB, saya berhasil
membagikan praktik baik dalam kegiatan pertemuan MGMP PKWU dengan topik “PINTER
METIK.” Kehadiran Pengawas Sekolah CABDIN III dan Kepala Sekolah SMA Kartini
Rembang menambah semangat saya dalam membawakan materi, dan antusiasme
rekan-rekan guru membuat diskusi berjalan dengan sangat baik.
Keesokan harinya, pada Jumat, 25 Oktober 2024, pukul 13.00 - 14.00 WIB, saya
berkolaborasi lagi dengan Tim Kombel Smanela untuk berbagi praktik “PINTER
METIK” dalam lingkup yang lebih luas. Ini adalah kesempatan berharga bagi saya
untuk terus belajar dan berbagi.
Saya berharap, dengan semua usaha dan kerja keras
ini, kita dapat mewujudkan tujuan besar kita bersama, yaitu CEMARA —
“Ciptakan Entrepreneur Muda Era Digital.” Melalui program ini, saya ingin
siswa-siswi kita tumbuh menjadi wirausahawan muda yang kreatif, tangguh, dan
siap menghadapi tantangan era digital. Semoga semangat ini terus hidup dan
memberi inspirasi bagi generasi berikutnya. Terima kasih sudah mengikuti
perjalanan ini, dan sampai jumpa di vlog inspiratif berikutnya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar