Robot Mikro yang Bekerja di Dalam Tubuh
Ilmuwan di Korea telah membuat robot-robot kecil untuk bisa menjelajahi tubuh manusia dan digerakkan oleh otot jantung.
Sukho
Park di Chonnam National University, Korea, dan rekan-rekannya telah
merancang sebuah robot-mikro yang digerakkan oleh sel. Tim Park membuat
robot tersebut dengan menumbuhkan jaringan otot jantung dari sebuah
tikus, pada kerangka-kerangka robot kecil yang dibuat dari
polidimetilsiloksana (PDMS). PDMS merupakan polimer biokompatibel
sehingga membuat robot tersebut cocok digunakan dalam pengaplikasian
biomedik.
Yang
istimewa pada robot-robot ini, kata Park, adalah mereka tidak
memerlukan suplai energi eksternal. Tetapi sel-sel otot jantung yang
berelaksasi dan berkontraksi yang memberikan energi. Sel-sel otot
jantung sendiri mendapatkan energinya dari sebuah medium kultur glukosa.
Sel-sel yang berdenyut sendiri ini memungkinkan robot tersebut
menggerakkan keenam kakinya.
Robot
ini memiliki tiga kaki depan yang pendek (panjang 400 mikrometer) dan
tiga kaki belakang yang lebih panjang (panjang 1200 mikrometer),
semuanya terpasang pada sebuah badan segiempat. Pada saat sel-sel
jantung berkontraksi, kaki belakang yang lebih panjang menekuk ke dalam.
Ini menghasilkan perbedaan gesekan antara kaki depan dan kaki belakang,
yang menekan robot bergerak maju. Para peneliti mengukur kecepatan
rata-rata robot ini sekitar 100 mikrometer per detik.
Park
mengatakan robot-robot yang mirip kepiting ini bisa digunakan di dalam
tubuh untuk membersihkan rongga atau pembuluh yang tersumbat, dengan
melepaskan sebuah agen untuk membersihkan penyumbatan yang mereka lalui.
Sumber: thefutureofthings.com
THE MULE, Sang Robot Tentara
Tanpa menghiraukan penilaian Anda mengenai kualitas storyline atau skenario, Anda harus mengakui bahwa program TV “Knight Rider” telah membantu menanam konsep self-driving pada mobil-mobil ke dalam kesadaran publik. Setelah Kitt, mobil yang dapat mengemudi sendiri, kembali ke layar kaca pada tahun 2008, dan dengan keberhasilan dari robot mobil di DARPA Urban Challenge, otonom mobil tampaknya jauh lebih masuk akal. Sekarang, lawan yang ideal dari intelijensi Kitt, kita dapat membandingkan Mustang GT500 dengan produksi Unmanned Ground Vehicle (UGV), MULE tentara US, atau kendaraan serbaguna Logistik, yang sedang dalam pengujian dan produksi. MULE yang sedang diproduksi oleh pihak Lockheed Martin di Grand Prairie, Texas, sebuah perusahaan yang lebih terkenal dengan perakitan fighter jets.
Setiap
robot melihat dunia melalui sensor. UGV harus dapat merasakan berbagai
jenis objek-mobil, di tanah lapang, pohon-pohon, orang, bangunan,
persenjataan dan memiliki berbagai sensor untuk melakukan pekerjaan ini.
Mereka juga perlu memahami di mana mereka dan ke mana mereka pergi.
Pertama,
setiap UGV menggunakan beberapa bentuk Global Position System (GPS) dan
pada beberapa jenis sistim pemetaan yang mengerti jalan dan daerah
untuk posisi kendaraan dan rencana untuk pengambilan rute. Operator UGV
yang menetapkan “titik arah”, atau titik-titik pada peta, yang
menggambarkan rute yang akan diambil. Sementara robot pesawat atau
Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dapat berjalan mengikuti petunjuk GPS.
3D Ladar
Kendala
utamanya -menghindari sistem on board merupakan sistim 3D LADAR (
“Laser Radar”). Bagaimana cara kerjanya? Bayangkan sebuah cermin-cermin
yang ada pada bola disko yang dihiasi oleh laser yang terang dan
menyebarkan sinar laser ke segala penjuru. Setiap sinar yang mengenai
benda atau tanah, dan ini tercermin kembali ke dalam sensor. Dengan
pengukuran dalam waktu singkat yang diperlukan untuk lampu kilat untuk
keluar dan kembali, LADAR membangun pandangan 3dimensi dari area di
sekitar kendaraan, dan hal ini sangat akurat dalam hitungan pecahan
ukuran inchi Ini merupakan sebuah antena laser 3D yang membuat puluhan
kilatan dalam 1 detik.
Sistim
onboard komputer menjalankan data ini dan mengklasifikasikan
daerah-daerah di sekitar kendaraan sebagai tanah (kebanyakan datar),
jalan (daerah yang datar dengan batu-batuan), pohon (deretan benda-benda
yang tinggi dengan rangkaian dedaunan), kendaraan (benda
kotak yang bergerak) dan manusia (orang atau benda lain yang seukuran,
yang bergerak). Segala hal di luar itu, merupakan hambatan yang harus
dihindari. Komputer dapat menetapkan ” nilai mobilitas ” untuk setiap
daerah, misalnya, nilai 0 untuk jalan yang rata, nilai 10 untuk jalan
bergelombang, kasar dan 1000 untuk daerah yang tajam, wilayah yang tidak
dpt dilalui atau daerah yang terlalu banyak rintangan. Sebuah jalan –
sistim perencanaan menemukan rute melalui daerah yang memiliki “nilai”
sedikit, dan hasil ini adalah jalur yang paling efisien untuk dilalui.
Grid Okupansi
Salah
satu tantangan teknologi dalam menavigasi UGV adalah untuk
menggabungkan data rintangan dari LADAR dengan data GPS untuk membagi
dunia menjadi benda bergerak dan tidak bergerak ones. Ini bukan
tantangan yang mudah, seperti kendaraan yang bergerak sepanjang waktu,
yang dapat melambung kembali pada jalan berlubang dan berpaling untuk
menghindari rintangan. Sebuah Inertial Navigation System (INS) yang
tepat sangat diperlukan; ini terdiri dari serangkaian accelerometers
(yang mengukur gerakan) dan gyroscopes (yang mengukur putaran dan
tikunagn). Banyak program komputer sangat cerdas yang mengarahkan ulang
kendaraan, peta dan semua rintangan untuk menjaga mereka semua dalam
sinkron. Teknisi robotika menyebut peta yang dihasilkan berupa
“occupancy grid,” karena membagi dunia menjadi daerah yang dipenuhi oleh
rintangan dan daerah-daerah yang bebas rintangan.
Penggabungan Multi-Sensor
Sama
bergunanya seperti LADAR, ia tidak memberitahukan seluruh cerita. Salah
satu properti yang dapat digunakan untuk membedakan orang lain dan
kendaraan umum dari rintangan lainnya adalah keberadaan panas. Manusia
memancarkan panas pada 98,6 derajat, dan mobil serta truk yang
memancarkan panas lebih tinggi. Setelah semua itu, kita perlu UGV untuk
membedakan semuanya. MULE UGV memiliki beberapa kamera terpasang di
sekitarnya, yang memberikan penglihatan dalam beberapa modus, termasuk
warna normal dan inframerah. Sebagai kendaraan para tentara, MULE harus
dapat beroperasi di hampir semua daerah di segala cuaca.
Sensor
lainnya meliputi sebuah sistem yang memerangi ID yang memberitahu teman
jika ada musuh dan penempatan susunan akustik yang dapat memberitahu
operator jauh dimana arah datangnya kendaraan yang kecil yang
bersenjata.
Telepresence Firepower
Terdapat
tiga varian dari MULE yang sedang dikembangkan. MULE untuk transport
adalah kendaraan seperti truk yang dirancang untuk membawa perlengkapan
dan peralatan. MULE counter-ranjau untuk menemukan ranjau yang tertimbun
dalm tanah dan dapat menetralkannya. MULE terakhir adalah Armed Robotic
Vehicle-Assault (Light), atau yang membawa anti-tank missiles dan
senapan mesin berat. Sementara MULE sepenuhnya mampu mengemudi sendiri,
namun ia tidak memiliki kemampuannya sendiri. Ini hanya dapat dilakukan
oleh operator kendaraan.
Kekuatan, logika & kepandaian
Salah
satu aspek yang paling mengejutkan dari MULE UGV adalah hibrida listrik
/ diesel powerplant. Enam roda listrik masing-masing dihubungkan dengan
motor listrik yang dapat memutar roda. Mesin diesel yang hanya
terhubung ke generator listrik. Konfigurasi ini memungkinkan suspensi
untuk memutar lengan suspensi dengan rentang yang besar,
memungkinkan sebuah kemampuan maneuvering, termasuk kemampuan untuk
menaiki beberapa hambatan dan menyebrangi jurang. MULE juga dapat
mengangkat 2 rodanya dari tanah dan masih dapat berjalan atau meletakkan
tubuhnya di atas tanah dengan enam ban di udara untuk mengurangi
profilnya atau untuk pengadaan pemeliharaan. Sebagai bagian dari Army’s
Future Combat System, MULE dirancang untuk dipertahankan dengan hanya 10
alat, yang dapat dipastikan akan menjadi bantuan besar untuk masa depan
robot tentara mekanik.
Elektronik dan mekanik ini dikelola oleh sebuah cluster kecil yang
berbasis Linux real-time komputer. Ada tiga set komputer: Autonomous
Navigation System (ANS), the Vehicle Management System (VMS) dan Battle
Command System yang dapat menampilkan misi perencanaan dan berbicara ke
bagian dari sistim ketentaraan..
MULE dirancang untuk dapat mengikuti setiap aturan dalam ketentaraan,
mereka harus dapat bergerak dalam formasi ataupun konvoi. Setiap
kendaraan MULE dapat menjadi pimpinan formasi, dan setiap kendaraan lain
yang tidak berpengemudi dapat mengikuti formasi atau konvoi. Dengan
semua teknologi ini, kemampuan UGV di masa depan akan sama dengan
kemampuan dari cerita fiksi Kitt, membuat para pasukan tentara menjadi
“knight riders” masa depan.
Sumber: www.botmag.com
Links
Future Combat Systems www.fcs.army.milWikipedia on Future Combat Systems www.wikipedia.orgBoeing www.boeing.com/defense-spaceGlobal Security www.globalsecurity.org
Robot ‘Tukang Kebun’ Menanam, Memelihara, dan Memanen
Menanam,
memelihara, dan memanen buah-buahan dan sayur-sayuran tanpa harus repot
merupakan janji dari diciptakannya robot yang sedang dikembangkan oleh
Massachussets Institute of Technology.
“Sekarang
kita sedang mengujinya dengan menggunakan tomat ceri,” kata Nikolaus
Correll, seorang profesor di MIT, yang bersama-sama dengan para
mahasiswanya mengembangkan robot tukang kebun.“Tetapi untuk masa depan, saya memperkirakan robot ini dapat melakukannya untuk segala jenis buah-buahan dan sayuran.”
Para ilmuwan menguji coba dengan menggunakan tomat ceri karena saat ini mereka hanya memiliki robot kecil. Robot ini didasarkan pada gerak sirkuler robotik Roomba pembersih lantai, dengan diameter 12 inchi. Pada bagian atas Roomba diletakkan lengan robotik dan on-board komputer, pada contoh ini menggunakan laptop DELL kecil. Sebuah lengan robotik, dilengkapi dengan kamera dan penjepit datar, yang bisa dipanjangkan hingga 31 inchi.
Robot berjalan ke tempat tanaman dan “kencing” pada sebuah pohon tomat untuk mengairinya. Kemudian robot bergerak ke pohon tomat lainnya dan menggunakan web cam untuk mengenali tomat dan menariknya dengan pencapit.
Robot ini dimulai sebagai sebuah proyek untuk mengajar para mahasiswa MIT mengenai robotik. Manusia mungkin dapat dengan mudah berjalan dan mengambil tomat pada pohon, tetapi dengan tugas yangsama, merupakan hal sulit bagi sebuah robot. Memutuskan
dari tomat yang sudah masak berdasarkan warna merahnya, menerapkan
jumlah tekanan yang tepat untuk menarik tomat tanpa merusaknya, dan
memelintirnya untuk mencabut tomat merupakan segala ketrampilan yang
harus diajari pada robot.
Robot
tukang kebun ini “mengkombinasikan banyak gerakan autonomous robotik:
pengendalian, penglihatan, dan gerakan,” kata Correll. “ Saya selalu
berpikir ini akan menjadi proyek ilmiah yang baik untuk diajarkan.”
Robot
tukang kebun membantu para mahasiswa untuk mempelajari software dan
hardware teknik dasar, tetapi pertanian juga merupakan bisnis yang
besar.
Sanjiv
Singh, seorang profesor di Carnegie Mellon University, telah
mengembangkan robot-robot yang digunakan bagi pertanian dalam skala
besar. Singh mengatakan ada banyak keuntungan bagi robot di dalam bidang
pertanian dan perkebunan, mulai dari perkawinan sampai pemanenan, yang
dapat membuat pertanian menjadi lebih cepat dan efisien.
“Kita
tidak akan menyerahkan tugas manusia ke robot dalam sekali jalan,” kata
Singh. “Ini akan membutuhkan sedikit perbaikan untuk proses penanaman
secara menyeluruh. Tetapi saya sangat tertarik tentang harapan adanya
berbagai mesin di dalam pertanian. Untuk banyak alasan, hal ini
merupakan hal yang benar untuk dilakukan, dan juga merupakan alat
edukasi yang fantastik.”
Di
masa depan robotik perkebunan dari tim MIT berharap untuk mencoba jenis
buah-buahan lain yang dapat dijadikan tantangan, seperti stoberi yang
ditanam di tanah ataupun jeruk bonsai, yang tidak dapat berubah posisinya meskipun tanaman ini tumbuh.
Jika
kamu memiliki sebuah taman dengan pohon-pohon kecil, jangan berharap
untuk membeli robot ini dalam waktu dekat. Perlu banyak perbaikan untuk
membuat sistim yang lebih baik, dan harga masing-masing robot
diperkirakan $2,500. Tetapi dalam beberapa tahun lagi, robot ini dapat
menjadi kenyataan.
© 2009 Discovery Channel
Sumber: www.msnbc.com
Robot Pembersih Dapur
Tantangan
readybot, sebuah klub non-profit dari para insinyur dan desainer senior
yang bermarkas di Silicon Valley, California, telah menciptakan sebuah
prototipe robot yang mampu membersihkan dapur. Robot ini dilengkapi
dengan 2 lengan berukuran lengan manusia, readybot ini mampu mengangkat
berbagai macam benda, membuang sampah ke tong sampah, bahkan memasukkan
serta membereskan piring ke mesin pencuci piring. Menurut pengembangnya,
robot lamban yang tangkas ini dapat mengerjakan sampai 40% segala
kegiatan rumah tangga sehari-hari. Tidak ada keraguan lagi bahwa
readybot merupakan sebuah mimpi yang menjadi kenyataan, dan perusahaan
memperkirakan bahwa robot ini akan tersedia bagi masyarakat
selambat-lambatnya tahun 2010.
Apa yang menjadi konsep awal dari terciptanya robot ini? ”Kami berpikir bahwa manusia menginginkan sebuah robot yang dapat membersihkan dapur”, komentar dari Tom Benson – pimpinan tim.
Readybot dibentuk dari kotak enamel yang dipasang roda-roda, antena
yang berfungsi seperti kamera, dan 2 lengan berukuran lengan manusia.
Meskipun cukup sederhana, robot ini dapat dengan cepat meninggikan
dirinya sampai setinggi manusia ketika diaktifkan, sehingga robot ini
dapat menjangkau lemari-lemari serta meja pada dapur. Sebagai tambahan,
robot ini juga dilengkapi dengan beberapa alat, yang dapat digunakan
untuk kegiatan bersih-bersih. Readybot bergerak sangat lamban, bertujuan
agar tidak membahayakan anak kecil, binatang peliharaan, serta manusia
yang berada di dekatnya.
Secara
umum, readybot menggunakan software-software yang telah ada, yang
dikombinasikan dengan pengendalian otonomus dan pengoperasian jarak
jauh. Software didasarkan pada teknik praktikal intelijensi buatan, yang
didapat dari penerapan sebelumnya. ”Kami mengkombinasikan beberapa
shareware alogaritma untuk mengendalikan gerakan dan lokalisasi robot
dalam ruangan, dan untuk mengenal dan menentukan aksi bagi objek yang
terlihat di atas meja. Komponen-komponen ini dihubungkan custom written - robot dengan lengan dan sistim pengoperasian objek (RAO).”
Sumber: thefutureofthings.com
Melawan Autisme dengan Robot
Dua
tahun lalu, sebuah robot berbentuk spongiform kuning bernama Keepon
menjadi sensasi kecil di YouTube ketika salah satu penciptanya
memrogramnya untuk melakukan tari squishy, twisty dalam lagu the Spoon
“I Turn My Camera On.” Video ini telah mengumpulkan lebih dari 2 juta
hits. Sekarang pengurus Keepon, Marek Michalowski, Ph.D seorang
mahasiswa bidang robotik di Carnegie Mellon University, dan Hideki
Kozima dari Universitas Miyagi di Jepang, akan mengalihkan perhatian
Keepon menjadi tugas yang lebih serius: untuk mempelajari bagaimana
anak-anak dengan sindrom autis (autism spectrum disorders /ASD)
berinteraksi sosial dan untuk melihat apakah robot ini dapat membantu
dalam terapi.
Keepon
hanyalah satu dari sekian banyak robot baru yang peneliti gunakan untuk
belajar dan untuk membantu anak-anak dengan ASD. Robot-robot ini
melakukan segala macam hal mulai dari mempelajari interaksi sosial
anak-anak dan kondisi emosional mereka untuk menarik mereka keluar secar
sosial.
Anak-anak dengan ASD seringkali bermasalah dengan ”gerakan” bahasa
tubuh dan ekspresi wajah mereka dalam melalukan percakapan. Membaca
maksud dari orang lain dan mengenal emosi mereka sendiri dapat menjadi
sebuah perjuangan dan anak-anak ini menjadi sering diabaikan secara
emosional dan sosial.
Satu
dari setiap 150 bayi yang lahir di US diperkirakan akan mengalami ASD.
Perawatan ASD mengkombinasikan berbagai macam terapi – mulai dari hal
yang berhubungan dengan tingkah laku, pendidikan, fisik, pekerjaan, dan
cara bicara – hal ini memerlukan biaya dan tidak selalu efektif. Setelah
mengetahui bahwa anak dengan ASD lebih dapat berinteraksi dengan robot
daripada manusia, para peneliti mulai mengembangkan robot yang lebih
ekspresif dan interaktif yang dapat membantu mereka untuk mempelajari
dan menciptakan terapi yang lebih efektif bagi anak-anak.
Keepon perlahan melakukan goyang boogie
dan hal ini sederhana, penampilan yang aman (tinggi 5 inchi, elastis,
menyerupai 2 bola tenis yang ditumpuk) membuatnya sangat sempurna untuk
berinteraksi sosial dengan anak-anak. Tidak berlengan dan berkaki, hanya
memiliki 2 mata dan 1 hidung, Keepon mengekspresikan dirinya dengan 4
gerakan: mengangguk, berputar, bergoyang, dan bobbing.
Bagaimanapun, Keepon memiliki kamera di balik matanya, serta mikrofon
yang tersembunyi di dalam hidungnya. Peneliti Michalowski dan Kozima
telah mempelajari anak-anak pra sekolah penderita ASD di Jepang dan
mereka menemukan hal menarik saat robot menarik anak-anak untuk
menjangkau lingkungan sosial yang baru.
Sumber: www.popsci.com
Robot yang Ramah
Frederic
Kaplan, seorang peneliti di EPFL (Ecole Polytechnique Federale de
Lausanne, Switzerland) dan Martino d Esposito, seorang perancang
perindustrian yang mengajar di ECAL (The University of Art and Design at
Lausanne), bekerja bersama-sama pada disain dan pembentukkan wizkid.
Mereka akhirnya mendirikan laboratorium EPFL + ECAL , untuk mendukung
proyek wizkid.
Satu
dari hal-hal baru yang ada pada Wizkid yaitu wizkid dibuat non-statis
dan dapat mengatur dirinya sendiri ke orang yang berinteraksi dengannya.
Ketika robot menerima sebuah respon dari seseorang, ia dapat
mengekspresikan berbagai macam reaksi – mulai dari ekspresi terkejut,
senang, dan bingung. Wizkid belajar untuk mengenali orang yang berbeda
dan untuk bereaksi dengan cara tertentu sesuai dengan suasana. “Wizkid
membuat kita menjauh dari keyboard dan kembali ke dunia nyata,” Kaplan
menjelaskan. “Tidak seperti sebuah komputer pribadi, ia tidak memaksa
manusia untuk menyesuaikan diri, dan hal ini didasarkan pada sifat
sosial dan multi-user”.
Wizkid
terdiri dari pembungkus yang terbuat dari bahan elastan-polyamide,
dengan rangka aluminium dan plastik polikarbonat. Ia dilengkapi dengan 2
microphone, WIFI, bluetooth, IR receiver/ emitter, sebuah RFID reader,
sebuah muka dan sistim untuk mengenali obyek, robotik ditampilkan dengan
kamera dan dapat diprogram di URBI. Sebagai tambahan, perkembangan
pergerakan membuat Wizkid berkembang dengan sebuah cara open-ended. Cara
“Halo” yang unik dengan bertatapan muka, memungkinkan orang untuk
berinteraksi dengan Wizkid dan melihat dirinya sendiri di dalam kaca
sejenis kaca pembesar. Sepanjang adanya pantulan dirinya sendiri,
penggunan dapat melihat perbedaan element interface, yang bisa dipilih
dengan lambaian tangan. Robot ini dapat mengekspresikan dirinya dengan
mengangkat atau menurunkan “alisnya”, yang terdiri dari 2 strip
horizontal. Wizkid dapat menyimak pembicaraan dan mencoba untuk
menciptakan hubungan dengan pembicara, bermain dengan anak-anak,
mengambil foto secara otomatis saat acara kumpul bersama, atau sebagai
sekretaris di kantor.
Dirancang
untuk memikat manusia, wizkid dapat melakukan berbagai macam tugas,
seperti memutar CD yang kamu pegang, bermain game, memerhatikan
interaksi antar manusia dan bahkan mempelajari kebiasaanmu dengan tujuan
untuk menjaga pilihanmu. Robot ini juga dapat diatur untuk diperlakukan
sebagai sebuah alat ataupun tidak sama sekali.
Sumber : thefuturofthings.com
Robot Pemadam Kebakaran
OLE
(singkatan dari “Off-road Loeshenheit”, yang berarti “peralatan pemadam
kebakaran off-road” dalam bahasa jerman) merupakan sebuah produk
industrial dari studio desain University of Magdeburg-Stendal. Robot
dilengkapi dengan tangki air dan pemadam api – bertugas sebagai agen
pemadam, OLE bergerak otomatis dan dipandu oleh GPS, kecerdasan indera
perasa, inframerah dan sensor panas. Profesor perancangan Ulrich
Wohlgemuth, bersama dengan para ahli biologi dan manager sistim robot
Oliver Lange, para mahasiswa dan anggota dari firma Transluszent,
digabungkan dalam 1 konsep, diinspirasi oleh Armadillidium vulgare.
Pelindung
luar OLE merupakan bahan anti api. Keenam kakinya memiliki kemiripan
pelindung. “Dapat berjalan akan menjadi baik, tetapi secara umum hal ini
tidak berguna bagi robot. Alam menciptakan cara berjalan karena ini
tidak dapat ditemukan pada sistim transportasi pada darah. Pada kasus
ini, jika kamu memiliki roda-roda, kamu akan selalu melakukan kontak
dengan tanah. Konsep yang mendasari OLE adalah ia menggali dan berada di
dekat panas. Kaki-kaki tidak selalu bersentuhan dengan panas,” kata
Lange. Dan dari perspektif secara robotik, 6 kaki merupakan jumlah yang
sempurna, menghasilkan stabilitas dan membuatnya menjadi mudah dalam
melakukan penghitungan titik-titik pergerakan.
Perancangnya
menyarankan 2 cara yang berbeda pada OLE dalam melakukan tugasnya. Ide
pertama yaitu menempatkan robot pada titik potensial dekat kota dan
daerah perkemahan, dimana mereka akan meninggalkan sisa-sisa pembakaran
dari api unggun, menunggu sensor mereka untuk merasakan api dari radius
setengah mil. Ide lainnya yaitu bagi bot untuk melakukan pengawasan di
hutan, yang secara aktif akan mencari percikan api, meskipun kendala
pada baterai dan rintangan di hutan akan membatasi daya jangkaunya.
Wohlgemuth
mengatakan OLE dibuat dari keramik yang tahan api yang berasal dari
compound fiber yang dapat memiliki ketahanan hingga suhu 1,850ºF. Satu
OLE berharga $125,000 dan $200,000 dan memiliki berat antara 150 sampai
200 pon. Pada kasus ini, jika ada orang yang ingin mencuri satu dari
mereka dari dalam hutan, sebuah rambu GPS pada board dapat digunakan
untuk melacaknya.
Para
ahli pemadam kebakaran hutan sangat menerima OLE, dengan adanya suatu
kepercayaan bahwa hal ini akan menjadi pasukan yang lebih baik
dibandingkan para pemadam kebakaran. Margaret Simonson, peneliti api
pada SP Technical Research Insitute di Sweden, mengatakan bahwa robot
akan sangat baik digunakan untuk mengarahkan udara – yang akan
mengalahkan kru pemadam kebakaran. Dan Henrik Bygbjerg dari Danish
Institute of Fire and Security Technology menyangsikan robot ini dapat
menjauhkan segala sesuatunya yang berada di dekat api.
Tidak
ada rencana untuk memproduksi OLE secara massal, tetapi perancangnya
percaya bahwa hal ini akan menjadi lebih praktis dari kedengarannya.
Kebakaran api di Eropa membakar sekitar 1.25 juta m² setiap tahunnya.
Dengan angka tersebut, sebuah usaha efektif dari robot dalam
pengendalian terhadap api mulai terdengar menarik dengan kisaran harga
yang mendekati harga jual OLE.
Sumber: popsci.com
Fukitorimushi – Robot Pembersih Lantai
Jepang merupakan satu dari sedikit negara dimana kita dapat menemukan produk-produk yang aneh. Sekarang, ada sebuah produk pembersih lantai baru yang disebut Fukitorimushi.
Fukitorimushi
dalam bahasa Jepang berarti ”kutu pembersih” dan ini merupakan
pekerjaan yang dilakukan oleh robot ini. Fukitorimushi bergerak merayap
seperti cacing atau siput, yang baru-baru ini dikembangkan dengan
menggunakan bahan penyerap dari serat fiber. Robot dikembangkan oleh
Panasonic dan kain nanofiber dikembangkan oleh Teijin Ltd.
Di
bagian depan robot memancarkan cahaya putih yang digunakan untuk
mendeteksi area yang kotor. Saat area yang kotor ditemukan, robot akan
memancarkan cahaya merah dan seketika itu juga akan membersihkan area
tersebut. Setelah bersih, Fukitorimushi akan kembali ke tempat
pengisiannya (charging dock).
Teknologi
kain yang digunakan disebut Nanofront merupakan serat polyester yang
memiliki diameter 700 nanometer atau 1/7500 dari ketebalan sebuah
rambut. Menurut Teijin, kain ini memiliki area permukaan dan struktur
pori-pori yang memiliki keunggulan dalam menyeka dan menyerap air
dibandingkan dengan kain konvensional lainnya.
Sumber: dailytech.com
HEXBUG Robot Mikro Berbentuk Semut
HEXBUG
sebuah robot yang menyerupai semut yang memiliki enam kaki. Enam kaki
semut tersebut sebenarnya merupakan sebuah alat seperti roda-roda yang
membantu memberinya kecepatan melewati lantai ataupun karpet. Disain
unik kakinya membuat hewan kecil ini 10 kali lebih cepat dibandingkan
makhluk berkaki enam lainnya. Robot ini diprogram untuk menggunakan
sensor sentuhan di bagian depan dan belakang untuk mendeteksi dan
mengadakan gerakan dengan cepat saat terdapat rintangan.
Sejarah
dari robotic atau mainan mekanik dapat ditelusuri melalui Leonardo da
Vinci, dengan disain robot pertamanya yang berbentuk manusia pada tahun
1495. Mainan robot telah mengalami perkembangan dan sedikit perbaikan
sejak munculnya model da Vinci hingga mainan robot pertama kali
diproduksi tahun 1939 ketika Westinghouse menciptakan Elektro, manusia
yang menyerupai robot, dan Sparky, robot anjingnya. Versi yang lebih
kecil, Omnibot 2000, merupakan robot mainan yang dikembangkan selama
pertengahan 1980-an. Mainan yang lebih familiar, Furby, diproduksi
secara massal, dan menjadi sangat populer di sekitar tahun 1998 – ini
adalah robot pertama yang berbentuk hewan peliharaan yang menggunakan
sensor sebagai alat untuk berinteraksi dengan lingkungan.
HEXBUG
yang merupakan kelanjutan dari robot berbentuk ”hewan peliharaan”,
pertama kali diperkenalkan sekitar tahun 2007 dan meraih penghargaan
iParenting Award sebagai produk terbaik tahun 2009. Belakangan ini,
mainan robot telah menemukan tempat di dalam masyarakat kita, apakah
mereka lembut dan berbulu halus, ataupun, seperti HEXBUG , yang
merupakan robotik secara keseluruhan dengan rangka plastik.
Semut
HEXBUG tersedia dalam 5 warna (merah, biru, hijau, pink, dan orange)
dengan harga $9.99. Harga hewan robotik lainnya yaitu $9.99 bagi HEXBUG
original, $14.99 untuk bentuk kepiting, dan $19,99 untuk bentuk cacing.
Makhluk kecil ini dapat merespon adanya sentuhan, suara, ataupun sinar,
hanya bentuk cacing yang dilengkapi dengan remot control inframerah
untuk pengendalian yang responsif. Semua robot HEXBUG tersedia secara
eksklusif di Radio Shack.
Sumber: thefutureofthings.com
Robot Bartender yang Tegas
Sebuah
penemuan dari mahasiswa seni Joe Saavedra, SOBEaR menggabungkan sebuah
sensor alkohol, sebuah microchip yang terprogram (chip ATmega168 yang
disolder ke sirkuit PCB), dan sebuah boneka panda yang biasa anda peluk
setiap malam. Sekali anda menghidupkan SOBEaR dan meniupkan nafas anda
di mukanya, hal itu dapat memberikan penilaian seberapa tinggi kadar
alkohol dalam nafasmu (dalam pengaruh minuman alkohol) dengan skala 1
sampai 6, dan menunjukkannya dengan menggunakan sebuah warna dalam
tingkatan skema. Jika ia berpikir anda belum mabuk alkohol, ia akan
menuangkan anda segelas minuman, lagi, dan lagi.
SOBEaR
masih dalam fase prototipe. Saavedra mengatakan ia membuat pandanya
untuk memberinya “sebuah informasi nyata”. Dengan keimutannya diharapkan
dapat melindunginya dari serangan pemabuk berat yang marah, SOBEaR
mungkin memerlukan Saavedra selanjutnya dalam menciptakan sebuah
rantai-menggunakan bouncerbot untuk membuatnya lebih aman.
Sumber: popsci.com
Robot Meminjam Teknologi Kedap Air dari Kaki-kaki Serangga untuk Berjalan di atas Air
Sebuah
robot yang dapat berjalan di atas air merupakan sebuah keajaiban yang
selangkah lagi akan menjadi kenyataan, berterimakasihlah kepada para
peneliti yang belajar dari alam dengan karyanya water strider. Berjalan
di atas air mungkin seperti sebuah kekuatan super dan para ilmuwannya
memberi nama hasil karya dari kaki-kakinya: super-hydrophobia.
Kaki-kaki
hydrophobic yang dapat mengapung di atas air, dan kaki-kaki super ini
telah dicoba oleh para ilmuwan untuk disimulasikan dengan komputer
super. Profesor ilmu kimia di University of Nebraska-Lincoln Xiao Cheng
Zeng telah bekerja sama dengan para ahli dan komputer super di RIKEN
Institute Jepang, Takahiro Koishi, Shigenori Fujikawa, dan Toshikazu
Ebisuzaki dan Kenji Yasuoka dari Keio University.
Water
strider dan organisme-organisme lainnya yang memiliki kaki
super-hydrophobic dengan 2 tingkatan struktur: sebuah permukaan
berlendir yang membuatnya menjadi hydrophobic dan sebuah lapisan yang
ditutupi dengan rambut-rambut mikroskopis seperti folikel yang dapat
mendorongnya menjadi super-hydrophobic. Folikel-folikel ini dilapisi
dengan rambut-rambut yang lebih tipis, dan secara keseluruhan dapat
kedap terhadap air.
Para
ilmuwan telah mempelajari fenomena ini sejak tahun 1930-an, dan
penelitian ini telah mencapai sebuah tingkatan baru. Menggantikan
saluran pada permukaan-permukaan yang berambut dan belendir, para
ilmuwan merancang sebuah simulasi “hujan” virtual dengan tetesan
butiran-butiran air yang terdiri dari ukuran yang berbeda-beda, dengan
kecepatan yang berbeda pula, pada permukaan yang ditanami tiang-tiang
dengan berbagai macam ketinggian dan lebar, serta dengan jarak yang
berbeda antar tiang.
Mereka
sedang mengkonfigurasikan tiang-tiang dengan tepat yang akan menjaga
semua tetesan air agar tidak jatuh di antara mereka dan dengan begitu
akan menjaganya agar tetap jauh dari permukaan yang berlendir. –
perbedaannya semata-mata hanya antara hydrophobic dan super hydrophobic.
Setelah puluhanribu kali percobaan, mereka menemukan adanya sebuah
ketinggian dan penempatan tiang yang sangat kritis.
Teknologi
yang sama ditemukan pada kelopak bunga yang dapat membuat air
menggelinding di atasnya; idenya adalah penelitian ini memungkinkan
hasil karyanya ini dapat membersihkan permukaannya sendiri. Kita tidak
perlu membersihkannya lagi, mencucinya, dan robot-robot kita akan dapat
dapat dengan sendirinya berjalan di atas air.
sumber: www.popsci.com
Prototipe Robot Pemantau Erupsi Gunung Berapi
Prototipe Robot Pemantau Erupsi Gunung Berapi Berbasis Deteksi Suhu Menggunakan Telemetri Modulasi Amplitude Shift Keying
Tahukah
kamu robot juga bisa mendaki gunung berapi untuk mengirim data-data
pengukuran gunung berapi? Tentu saja ini bertujuan agar manusia tidak
perlu susah-susah pergi ke atas gunung berapi untuk melakukannya. Selama
ini alat pengukur suhu secara telemetri pada gunung berapi diletakkan
secara langsung oleh manusia, yang tentunya dapat membahayakan
keselamatan, karena daerah gunung berapi permukaannya tidak rata serta
mengeluarkan berbagai macam gas yang dapat mengganggu kesehatan,
terutama pernapasan. Sehingga, robot menjadi salah satu solusi yang
dapat diaplikasikan. Tanpa membahayakan keselamatan, tetapi pengukuran
dan pengamatan pada daerah gunung berapi tetap dapat dilakukan.
Robot beroda pendaki gunung dengan kendali remote kontrol secara wireless ini
dirancang sebagai prototipe sistem deteksi untuk menelusuri titik-titik
pemantauan pada gunung berapi. Pengiriman data-data pengukuran suhu ke
bagian penerima dengan jarak yang jauh, menggunakan sistem telemetri
dengan modulasi Amplitude Shift Keying (ASK).
Apakah
telemetri itu ? Telemetri adalah proses pengukuran parameter suatu
obyek (benda, ruang, maupun kondisi alam), yang hasil pengukurannya di
kirimkan ke tempat lain melalui proses pengiriman data baik dengan
menggunakan kabel maupun tanpa menggunakan kabel (wireless),
selanjutnya data tersebut dimanfaatkan langsung atau digunakan untuk
keperluan analisa. Secara umum sistem telemetri terdiri atas enam bagian
pendukung yaitu objek ukur, sensor, pemancar, saluran transmisi,
penerima dan penampil/display. Modulasi ASK dalam konteks
komunikasi digital merupakan suatu proses modulasi pada dua atau lebih
tingkat amplitudo diskrit sinusoidal.
Suhu
di sekitar gunung dideteksi dengan menggunakan sensor suhu LM35 [1].
Mikrokontroler yang digunakan adalah AVR ATMega8535 [5], sebagai
pengolah data suhu yang dipancarkan dengan sistem ASK menggunakan modul
TLP434A [6] dan data input remote kontrol untuk mengendalikan robot. Blok diagram sistem pemancar suhu dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar 1. Blok Diagram Sistem Pemancar Suhu
Data sinyal dari remote dibaca oleh infrared receiver [2] kemudian diolah pada mikrokontroler untuk memberikan perintah pada IC L293D [3] sebagai penggerak motor DC. Ada lima input
sinyal remote yang akan diolah sebagai penggerak robot ke arah depan,
belakang, kanan, kiri, atau berhenti. Blok diagram kendali robot dengan
remote kontrol dapat dilihat pada Gambar 2.
Gambar 2. Blok Diagram Sistem Kendali Robot
Data
yang sebelumnya telah diubah ke dalam bentuk gelombang radio
didemodulasikan ASK kembali dengan menggunakan modul RLP434A [6]. Blok
diagram sistem penerima data suhu dapat dilihat pada Gambar 3.
Gambar 3. Blok Diagram Sistem Pemancar
Output
RLP434A dihubungkan ke IC MAX232 [4], dan dengan menggunakan kabel DB9
dihubungkan ke port serial RS232 pada komputer, untuk kemudian
ditampilkan data suhu pada program antarmuka dengan menggunakan Visual
Basic 6.
Program antarmuka tersebut dapat menampilkan data real-time
suhu yang dipancarkan oleh robot. Tabel pada antarmuka terdiri dari
tanggal, jam, dan waktu pengukuran, sehingga analisis data akan lebih
mudah dilakukan. Data pada tabel juga dapat disimpan dalam basis data
pada Microsoft Excel, yang dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut
terhadap aktivitas gunung berapi yang dipantau.
Gambar 4. Program Antar Muka Robot Akuisisi Suhu
Untuk
robot pemantau, masih harus dilakukan pengembangan lebih lanjut agar
dapat melewati daerah gunung berapi dan masih harus dilengkapi dengan
komponen dan peralatan lain, antara lain: 1. sensor gas yang diperlukan
seperti CO2, H2S, HCl, SO2, dan CO
sebagai faktor-faktor lain yang dapat menjadi tanda kemungkinan
terjadinya erupsi; 2.kamera dan GPS pada robot untuk agar daerah yang
dilewati robot dapat dilihat dan lokasi robot berada dapat terus
diamati; 3. modul telemetri dengan jarak yang lebih jauh, agar lokasi
tempat pemantauan dapat berada di tempat lain yang lebih aman dan jauh
dari kawasan gunung berapi.
Gambar 5: Robot Pemantau Erupsi Gunung Berapi Berbasis Deteksi Suhu menggunakan Telemetri
Gambar 6: Bentuk Fisik Alat Bagian Penerima Telemetri
Sumber : http://ndoware.com
Robot Baru yang dapat Membuka Pintu, Men-cas Dirinya Sendiri
Bagi
mereka yang khawatir mengenai masa depan dystopian dimana manusia
dilayani para robot sebagai tuan, selalu ada suatu alat pada otonomi
robot: sumber daya. Jika ada baterai pada Roomba atau energi pada sebuah
predator jantan, robot selalu bergantung pada manusia untuk kebutuhan
energinya. Sekarang, para robot dihadapkan dengan situasi kemandirian
dibandingkan dengan sebelumnya.
Seperti
yang diaporkan dalam The New York Times, Perusahaan Willow Garage telah
berhasil menciptakan sebuah robot yang dapat menjelajah bangunan
perkantoran dalam rangka pencarian outlet elektrikal, dan kemudian
mengkoneksikan dirinya untuk mengisi energi dalam dirinya tanpa bantuan
dari manusia, robot ini dikenal dengan PR2, merupakan robot pertama yang
mengkombinasikan 2 fitur ini, dan mewakili sebuah peristiwa penting
dalam otonomi robot.
PR2
menggunakan sebuah kombinasi dari laser pelacak dan kamera untuk
menjelajahi Americans with Disabilities Act compliant Office (tangga
yang minim dan knob pintu yang bulat membuatnya menjadi semakin mudah
untuk robot ini). Para insinyur Willow Garage juga memrogram PR2 untuk
menghindari pintu-pintu yang terkunci, dan terus bergerak menuju outlet
listrik lain yang lebih mudah dijangkau.
Sumber: www.popsci.com
Robot Ubur-Ubur yang Bisa Berenang
“Ubur-ubur
merupakan satu dari banyak hewan laut yang menakjubkan, yang dapat
melakukan sebuah tarian spektakuler di dalam air,” penjelasan dari Ir.
Sung-Weon Yeom dan II-Kwon Oh dari Chonnam National University di Korea.
Belakangan ini, Yeom dan Oh membuat sebuah robot ubur-ubur yang
menirukan bentuk lengkung dan perilaku dan pergerakan unik dari
ubur-ubur hidup.
Seperti
yang dijelaskan oleh para peneliti, perbaikan dari electro-active
polymer (EAP) memungkinkannya untuk mencapai perilaku biomemetik saat
ubur-ubur berenang untuk diaplikasikan pada robot ini/ Salah satu tipe
spesifik dari EAP, ionic polymer metal composites (IMPC), dapat
digunakan untuk membuat lebih nyata perilaku yang seharusnya seperti
kerja otot, menunjukkan adanya lekukan di bawah tekanan rendah. Material
otot memiliki beberapa keuntungan bagi biomemetik robot, seperti
keserasian, efisiensi energi yang tinggi, pengendalian terkontrol, dan
pergerakan yang lebih tenang. Dalam studi ini, para peneliti menggunakan
material ini, secara permanent membentuknya untuk menirukan kepala
ubur-ubur hidup (bagian atas dari ubur-ubur yang berbentuk setengah
bola).
“Ini
merupakan robot ubur-ubur pertama yang dibuat berdasarkan pada
electro-active polymer otot tiruan,” Oh memberitahukan. “Mereka dapat
digunakan sebagai robot penghibur, mikro/nano-robot, dan robot biomedis
dalam waktu dekat ini.”
Ubur-ubur
hidup, penulis menambahkan, memiliki berbagai macam ukuran mulai dari
yang berdiameter beberapa inchi hingga ukuran 7 kaki. Tapi semua
ubur-ubur memiliki kesamaan dalam mekanisme dalam berenang. Dengan
mengkontraksikan kepalanya, hewan ini mengurangi ruang kosong yang
berada di bawahnya, mendorong air keluar melalui sebuah bukaan terbawah
dekat mulut dan tentakelnya. Gerakan ini memungkinkan ubur-ubur untuk
mengendalikan dirinya bergerak secara vertical. Kemampuan ini sangat
penting, sejak ubur-ubur merupakan hewan yang sensitive terhadap cahaya
dan lebih memilih laut yang lebih dalam saat hari masih terang. Meskipun
ubur hidup-hidup dapat bergerak secara vertikal, mereka secara pasif
juga bergantung pada samudera, gelombang, dan angin untuk gerakan
horizontalnya.
Penelitian
sebelumnya mengenai gerakan ubur-ubur hidup menemukan bahwa jika otot
hewan ini mendorong bagian kepalanya untuk berkontraksi pada frekuensi
yang cukup besar, maka lebih sedikit energi yang digunakan untuk
bergerak. Dalam studi mereka, para peneliti menirukan rangsangan alami
dan memperbaiki banyak proses dari ubur-ubur hidup. Mereka menemukan
bahwa pernafasan periodic memberikan sinyal yang memungkinkan robot
ubur-ubur untuk mendapat daya apung yang besar untuk bergerak ke atas
dengan cepat; sebagai perbandingan, sinyal sinusoidal harmonis tidak
mendorong robot untuk bergerak ke atas. Secara keseluruhan, studi mereka
menunjukkan bahwa bentuk lengkung dari IPMC dapat digunakan untuk
membuat sebuah robot ubur-ubur yang dapat menirukan cara gerak ubur-ubur
hidup dengan sempurna. Oh menambahkan, di masa depan, ia berencana
untuk mengembangkan biomemetik robot ubur-ubur tiruan yang
diintegrasikan dengan self-powered actuator dan sensor-sensor, seperti
sistim pengendalian otomatis.
Sumber: physOrg.com
Robot Pembuat Ramen
Pernahkah
anda memakan semangkuk ramen? Pernahkah anda membayangkan jika ramen
yang anda makan dibuat oleh sebuah robot? Dan bagaimanakah rasanya? Anda
penasaran?? Jangan tunda lagi waktu anda untuk pergi ke Jepang dan
mencicipinya…
Mengkombinasikan
2 kekuatan terbesar Negara Jepang yaitu makanan dan teknologi, sebuah
toko mie dengan ahli elektroniknya sendiri, menciptakan sebuah robot
yang dapat membuat semangkuk ramen dengan sempurna.
Untuk
menciptakan robot tersebut memerlukan biaya sekitar 20 juta yen dan
waktu 5 tahun bagi Yoshihira Uchida, sang pemilik toko, yang berusia 60
tahun. Sekarang para tamu di tokonya “Momozono Robot Ramen” di Minami –
sebuah kota yang terletak 90 mil dari Tokyo, dapat membuat sendiri ramen
mereka sesuai dengan selera masing-masing, mengatur segalanya mulai
dari banyak tidaknya kecap dan garam yang mereka perlukan, untuk
memperkaya rasa kuahnya. Ada sekitar 40 juta rasa yang mungkin dapat
tercipta karenanya..
Ramen
yang dibuat oleh robot ini kemudian dikirimkan ke koki yang menambahkan
mie nya dan toppingnya, melalui sebuah ban berjalan. Keseluruhan proses
memerlukan waktu 2 menit, waktu yang lebih singkat dibandingkan untuk
merebus air bagi mie instant.
Robot
ramen ini dibuat oleh sang penciptanya Uchida: memiliki latar belakang
pendidikan elektronik – di sepanjang karirnya, ia bekerja di pabrik
makanan bagian mesin pengemas mie, hingga masa pensiunnya tahun kemarin –
selain itu ia sangat tergila-gila dengan mie. 10 tahun lalu ia membuka
sebuah toko mie, dan setelah ia merasa dirinya tidak dapat memuaskan
semua tamunya, tercetuslah ide membuat robot ramen.
Badan
robot terbuat dari sejenis metal yang dirakit dan para tamu membantunya
melakukan uji coba cita rasa. Setelah banyak terjadi kegagalan, seperti
komputer yang rusak karena tersiram kuah – robot ramen melakukan
penampilan perdananya dan membuat tokonya menjadi terkenal. Sekarang ia
berkeinginan mengirimkan robot-robotnya untuk menaklukkan dunia,
terutama dalam membuat semangkuk ramen.
Sumber: popsci.com
Robot Pembuat Sushi
Negara
Jepang adalah negara yang paling maju dalam bidang teknologi dan tidak
pernah berhenti berinovasi. Salah satunya yaitu teknologi robot, yang
suatu saat nanti diharapkan dapat membantu mempermudah manusia melakukan
aktivitas sehari-harinya. Dan baru-baru ini telah dikembangkan robot
koki.
Robot Pembuat Sushi
Jika anda tergila-gila makan sushi, kami tidak ragu bahwa robot ini akan sangat membantu.
Robot
koki model M-4310 A ini dipamerkan di International Food Machinery and
Technology Exhibition di Tokyo. Robot ini hanya dilengkapi dengan sebuah
tangan seperti tangan manusia dan dapat memindahkan objek-objek kecil
seperti sushi dan obat-obatan secara perlahan-lahan tanpa merusak dan
menjatuhkan objek yang diangkutnya.
Dalam
pameran tersebut, robot ini memamerkan keahliannya dalam memindahkan
dummy sushi (tiruan sushi yang dibuat dari lilin), dan ini sangat
memukau para pengunjung yang menyaksikannya.
Sumber: engadget.com
Robot Beroda Tiga-Mencoba Memecahkan Rekor Dunia
Mobil
balap melalui uji coba kemampuan selama 24 jam di sirkuit balap Le
Mans, Perancis. Sekarang sebuah robot keluaran Panasonic yang diberi
nama Mr.Evolta akan mencoba untuk memecahkan rekor bagi kendaraan
beremot kontrol, dengan kecepatan 1.3 km/jam.
Robot
beroda tiga ini harus bertahan sekitar 6 putaran dari 4 km sirkuit Le
Mans selama waktu yang diperlukan. Robot ini akan dinavigasi dengan
mengikuti sinar inframerah yang dipancarkan melalui kendaraan pemancar
sinar yang berjalan di depannya.
2
baterai evolta AA akan menjadi kekuatan robot. Baterai-baterai ini
sebenarnya memiliki kapasitas yang lebih besar dibandingkan dengan sel
alkaline, dengan ukuran yang sangat efisien yang memungkinkan volume
baterai yang dapat digunakan bagi penggunaan yang aktif menjadi lebih
besar.
Tetapi
peserta kecil ini menghadapi banyak tantangan unik karena postur
tubuhnya yang mungil. Tomotaka Takashi, sang pencipta robot, mengatakan
bahkan serangga dapat menghadirkan sebuah masalah, karena menghalangi
sinar inframerah yang dipancarkan. Selain itu, ada juga elemen-elemen
alamiah yang juga harus dipertimbangkan.
“Ini
hampir tidak mungkin untuk mengharapkan cuaca yang bersahabat selama 24
jam,” Takahashi memberitahu. “Ada kemungkinan turun hujan ataupun angin
kencang.”
Aksi
Mr. Evolta sebelumnya termasuk memanjat sebuah tali yang direntangkan
lebih dari 1700 kaki di Grand Canyon. Dan jika berhasil dalam aksi kali
ini, maka hal ini akan diklaim ke Guinness World Record dalam kategori
jarak tempuh bagi sebuah kendaraan beremot kontrol.
Bagi
kami, hal ini menyenangkan untuk melihat sebuah robot yang tidak
sia-sia diciptakan, di saat dunia mengalami resesi, tak terkecuali bagi
Pimpinan Baterai Panasonic.
Sumber: popsci.com
Robot Belajar untuk Berbohong Satu Sama Lain
Pengembangan
lebah pejantan pembunuh, membuat banyak orang khawatir dengan adanya
robot pembunuh. Sekarang, jika hal tersebut bukanlah suatu hal yang
buruk, kita harus mulai waspada dengan kebohongan dan kecurangan yang
dilakukan oleh robot.
Dalam
sebuah uji coba yang dilakukan di Laboratory of Intelligent Systems –
Ecole Polytechnique Fédérale of Lausanne, Swiss, para robot dirancang
untuk bekerja sama dalam mencari sumber daya yang bermanfaat dan
menghindari sumber daya yang mengandung racun, diajarkan untuk berbohong
satu sama lain dalam suatu usaha dalam menyembunyikan sumber daya
tersebut.
Uji
coba ini melibatkan 1000 robot yang dibagi ke dalam 10 kelompok yang
berbeda. Setiap robot dilengkapi dengan sensor, sebuah sinar biru, dan
264-bit kode binary “genome” untuk masing-masing robot, yang memerintah
bagaimana caranya untuk bereaksi terhadap rangsangan yang berbeda. Robot
generasi pertama diprogram untuk menyalakan sinar saat mereka menemukan
sumber daya yang bagus, yang membantu robot-robot lain dalam kelompok
untuk menemukannya.
Para
robot mendapat poin tinggi jika menemukan dan menaklukan sumber daya
yang bagus, dan akan mendapat pengurangan poin jika terus berputar di
sekitar sumber daya yang beracun. Poin genome tertinggi adalah 200 yang
kemudian secara acak “dipasangkan” dan dimutasi untuk menghasilkan
sebuah generasi baru dalam pemrograman. Dalam 9 generasi, para robot
akan sangat mahir untuk menemukan sumber daya yang baik, dan
berkomunikasi satu sama lain untuk mengarahkan robot-robot lain ke
sumber daya baik yang lainnya.
Bagaimanapun,
tetap ada sebuah batas pengambilan. Jumlah pengambilan sumber daya yang
dibatasi menunjukkan bahwa tidak semua robot bisa mendapat keuntungan
saat sumber daya tersebut ditemukan, dan kesesakan dapat dijauhkan dari
robot yang pertama kali menemukannya.
Setelah
500 generasi, 60% robot dibentuk untuk menjaga sinar mereka tetap mati
ketika mereka menemukan sumber daya yang bagus, mengambil semuanya hanya
untuk mereka sendiri. Bahkan pada pemberitahuan selanjutnya, salah satu
dari 3 robot dibentuk untuk mencari pembohong dengan mengembangkan
perasaan curiga mereka pada sinar tersebut; merupakan kebalikan dari
program asli mereka.
Sejauh
ini, penelitian memiliki aplikasi lebih dalam menjelaskan evolusi dari
perilaku mereka di alam daripada mengembangkan pemrograman baru bagi
para robot.
Sumber: popsci.com
Kunci Pintu Digital dengan Sistem Keamanan Berbasis SMS
Kunci
memegang peranan penting di dalam sebuah sistem keamanan. Sistem kunci
pintu baik rumah maupun perkantoran yang ada sekarang ini sebagian besar
masih menggunakan kunci mekanik konvensional. Perkembangan teknologi
digital memberikan solusi dalam sebuah sistem kunci sebagai pengaman
yang lebih baik. Salah satu sistem keamanan elektronis yang dirancang
untuk memberikan solusi keamanan saat rumah ditinggalkan oleh
pemiliknya, yaitu “Kunci Pintu Digital dengan Sistem Keamanan Berbasis SMS”.
Sistem ini menggunakan password sebagai keyword untuk
membuka kunci. Kelebihan dari sistem ini adalah pemilik dapat mengunci
ataupun membuka pintu dari jarak jauh hanya dengan mengirimkan sms,
sehingga pemilik akan lebih mudah karena tidak perlu datang untuk
mengunci.
Perancangan Hardware
Perancangan
sistem kunci digital dengan keamanan berbasis SMS ini diusahakan
menggunakan piranti seminimal mungkin agar spesifikasi dari ukuran
sistem dapat diterapkan pada objek sesungguhnya. Sistem yang dirakit
terdiri atas sebuah ponsel, motor penggerak, LCD, keypad, sensor-sensor
dan sistem kendali. Berikut blok diagram sistem ini :
Sistem
kunci pintu digital ini menggunakan motor sebagai penggerak utama
gembok sehingga pintu dapat dikunci atau dibuka. Motor ini akan
dihubungkan dengan driver yang dapat dikendalikan oleh mikrokontroler. Mikrokontroler sebagai otak/pengendali utama yang mendapat masukan dari keypad maupun HP sistem untuk mengendalikan motor penggerak gembok pintu. Display akan
menampilkan angka-angka masukan. Sistem kendali menggunakan
mikrokontroller ATMega8535 yang masih merupakan keluarga mikrokontroller
AVR. Mikrokontroler ini adalah 8-bit CMOS yang memiliki 512 byte Flash
Rom yang dapat langsung diprogram dan juga dihapus dan 512 byte EEPROM
sebagai penyimpan password serta instruksi yang kompatibel dengan
keluarga AVR.
Komunikasi
antara mikrokontroller dengan handphone sistem menggunakan kabel data
dengan standard RS-232. Untuk mengubah level tegangan TTL mikrokontroler
menjadi level tegangan RS-232 handphone menggunakan IC MAX-232. Password yang dimasukan akan diproses dan dicocokan oleh mikrokontroler. Apabila password yang dimasukan cocok maka kunci akan terbuka.
LCD
berfungsi untuk menampilkan informasi apa yang sedang dikerjakan oleh
sistem kendali. Selain itu LCD juga berfungsi untuk penampil saat
memasukkan password, penggantian password atau informasi status sistem.
Pada sistem ini juga terdapat 3 buah sensor untuk keamanan yaitu berupa sensor ultrasonik untuk pendeteksi adanya penyusup, smoke detector untuk
pendeteksi adanya kebakaran dan sensor TGS2610 untuk pendeteksi adanya
kebocoran gas LPG. Tanda bahaya dari tiap jenis sensor akan mengirimkan
SMS yang unik ke handphone user.
Berikut gambar sistem yang terdiri dari komponen minimal yakni, mikrokontroler, handphone, LCD, keypad, dan motor.
Author : Lingga Wardhana
Referensi :
- Eko, Agfianto., 2002, Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55 Teori dan Aplikasi, Gava Media, Yogyakarta.
- Khang, Bustam, 2002, “Trik Pemrograman Apilkasi Berbasis SMS”, Elex Media Komputindo, Jakarta.
RIBA Robot Beruang Perawat
RIBA – singkatan dari “Robot for Interactive Body Assistance”
– yang dikembangkan oleh peneliti di Japan’s Institute of Physical and
Chemical Research (RIKEN) dan Tokai Rubber Industries, Ltd. (TRI).
Dirancang untuk membantu perawat untuk menggendong pasien ke dan dari
tempat tidur mereka dan kursi roda (juga ke dan dari toilet), robot
dengan bobot 180 kg ini dapat dengan aman mengangkut dan membawa orang
dengan berat maksimal 61 kg.
Sambungan-sambungan
pada lengan disatukan dengan susunan-susunan sensor tactile yang
membantu mengoptimalkan pengangkatan dan membawa manusia. Untuk
keamanannya, keseluruhan badan RIBA diselimuti dengan kulit lembut yang
dibentuk dari foam urethane ringan yang dikembangkan dengan TRI. Kulit
yang lembut ini dirancang untuk memastikan kenyamanan pasien saat mereka
digendong RIBA. Sebagai tambahan, sambungan lengan dibuat lebih
ramping– sedikit banyak seperti lengan pada manusia – lebih jauh lagi
untuk menambahkan tingkat kenyamanan dan keamanan.
Robot
beruang ini juga dapat mengenali wajah dan suara, serta merespon
perintah yang disampaikan. Menggunakan data visual dan suara dari
sekitarnya, RIBA dapat mengidentifikasi teman sekerjanya, menentukan
posisi dari yang terdekat dan merespon secara fleksibel beradaptasi ke
dalam lingkungan yang baru sesegera mungkin. Mesinnya beroperasi dengan
tanpa ada suara bising, dan 1 set roda omni-directional memungkinkan robot untuk menavigasi ruang sempit yang ada di dalam rumah sakit dan fasilitas keperawatan.
RIBA
merupakan versi terbaru dari RI-MAN buatan RIKEN, sebuah asisten robot
perawat yang dikembangkan tahun 2006 yang hanya mampu mengangkat boneka
dengan berat 18.5 kg. Sebagai tambahan untuk memperkokoh kekuatan dan
persepsi, RIBA dilengkapi dengan teknologi untuk mengolah informasi yang
memungkinkannya untuk menganalisis data sekurang-kurangnya 15 kali
lebih cepat dibandingkan RI-MAN. Ini memungkinkan RIBA untuk bergerak
lebih cepat dan dengan kepercayaan diri lebih dari pendahulunya.
Pencipta
RIBA mengatakan mereka memilih penampilan beruang yang bersahabat untuk
membuat pasien lebih tentram. Percobaan untuk membuat sebuah robot yang
mirip manusia hanya akan menakuti orang-orang, mereka mengklaimnya
dalam jumpa pers mereka.
RIKEN dan TRI berencana untuk menempatkan RIBA untuk bekerja di dalam rumah sakit dalam waktu 5 tahun lagi.
Sumber: pinktentacle.com
Organisasi Memori MCS-51
MCS-51
memiliki memori data eksternal 64K, memori program 64K dan memori data
internal 256 bytes. Peta memori program dari 8051 ditunjukkan pada
gambar berikut.
Ruang
memori program sebesar 64K yang dimilki 8051 dibagi menjadi memori
eksternal dan internal. Jika pin EA diberi logika tinggi, maka 8051
mengeksekusi dari memori program internal hingga alamatnya melebihi
0FFFH.
Setelah itu, lokasi 1000H melalui 0FFFFH dieksekusi dari porsi memori eksternal. Jika pin EA ditahan dalam posisi logika rendah, maka 8051 mengeksekusi perintah hanya dari memori eksternal. Tabel berikut menunjukkan hal ini.
Setelah itu, lokasi 1000H melalui 0FFFFH dieksekusi dari porsi memori eksternal. Jika pin EA ditahan dalam posisi logika rendah, maka 8051 mengeksekusi perintah hanya dari memori eksternal. Tabel berikut menunjukkan hal ini.
Memori
data eksternal 64K dapat diakses menggunakan perintah MOVX. Gambar
dibawah ini menunjukkan memori data eksternal dan internal dari 8051.
Memori
data internal dari 8051 adalah sebesar 256 bytes, yang dibagi menjadi
dua bagian lagi. 128 bytes yang lebih rendah (00H sampai 7FH) disebut
sebagai RAM data internal dan 128 yang tinggi (80H sampai FFH) terdiri
dari register dengan fungsi khusus (Special Function Registers).
Berkaitan dengan 8032/52, 128 bytes RAM yang lebih tinggi dari memori
data internal juga dapat dialamatkan. Walaupun SFRs dan 128 bytes RAM
yang lebih tinggi memiliki ruang alamat yang sama, mereka berbeda dan
diakses dengan mode yang berbeda. 128 bytes on-chip RAM yang lebih
rendah dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Sumber : http://ndoware.com
Alternatif Aplikasi Smart House : Pengendali Suhu Ruangan Dengan Sistem Embedded Ethernet
Jika
melihat film Transformer, Terminator, Spy Kids dan sejenisnya pasti
kita menjadi terkagum-kagum pada kecanggihan teknologinya (pengalaman
pribadi buat saya, he). Semua serba otomatis, mau ini itu tinggal tekan
remote dan wuuush… yang kita inginkan akan muncul di depan mata. Contoh
yang sering kita lihat adalah smart house. Yaak! Rumah pintar. Semua
berbau otomatis, sungguh sangat mempermudah kehidupan manusia seperti
membuka pintu secara otomatis dan lain-lain. Contoh menarik diatas dapat
dibuat dengan protokol rumah otomatis yang telah ada sekarang ini,
walaupun tidak terintegrasi satu sama lain, di antaranya adalah X-10,
Lonworks, EIB dan CEBus (Consumer Electronis Bus). Sayangnya,
kebanyakan dari protokol-protokol diatas tidak dapat kita jumpai di
Indonesia, selain teknologi yang tidak memadai, biaya yang dikeluarkan
untuk membuatnya juga tidak murah. Eits, tapi jangan kecewa dulu, masih
ada alternative lainnya untuk merancang teknologi rumah pintar. Salah
satunya adalah dengan menggunakan embedded Ethernet. Contoh
dari alatnya yang sudah terealisasi adalah sistem pengendali suhu
ruangan, dengan sistem tersebut, kita dapat memonitor suhu ruangan dan
mengendalikan perangkat listrik berupa kipas angin jika suhu ruangan
merambat naik. Kenapa ethernet?? Ethernet banyak dijumpai di kantor,
kampus atau bahkan dirumah. Selain itu dengan kecepatan 10Mbps sistem
ini jauh lebih cepat dari pada sistem rumah pintar dengan protokol X-10
yang menggunakan media powerline dan hanya memiliki kecepatan
100Bps. Dan yang paling penting, biayanya lebih terjangkau J mengingat
kita menggunakan sistem jaringan komputer yang telah ada.
Embedded
Ethernet di sini digunakan sebagai perangkat tambahan agar dapat
memonitor suhu ruangan dan mengendalikan pendingin secara jarak jauh (remote).
Dengan memanfaatkan protokol TCP/IP, perangkat ini memiliki sebuah
alamat IP dan dapat dengan mudah berkomunikasi dengan mikrokontroler,
sehingga kita dapat mengakses sistem pengendali suhu ruangan secara
jarak jauh selama terhubung dengan sebuah jaringan komputer atau bahkan
jaringan Internet sekalipun.
Bingung? Gak bakal bingung deh setelah kita perhatikan cara kerja dari sistem ini:
Pada
intinya perancangan sistem dari pengendali suhu ruangan melalui
protokol TCP/IP ini terbagi atas hardware dan software. Hardware nya pun
terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian antar muka jaringan dengan
computer yaitu embedded Ethernet Siteplayer. Selanjutnya hardware
pengendali suhu yang meliputi mikrokontroler, sensor suhu, penggerak
kipas dan rangkaian untuk memonitor status kipas. Sedangkan softwarenya
antara lain: program utama pengendali suhu, berkas definisi untuk
konfigurasi Siteplayer, Perangkat lunak untuk antar muka dengan
pengguna, meliputi halaman web (HTML) dan SPI (Siteplayer Interface
File).
Rancangan sistem pengendali suhu
Mikrokontroller
membaca suhu ruangan sekitar dengan menggunakan sensor suhu. Kemudian
mengirimkan hasilnya ke Siteplayer yang terhubung dengan jaringan
komputer, sehingga semua pengguna (user) melalui komputer yang terhubung pada jaringan tersebut dapat melihat suhu ruangan pada saat itu secara real time
melalui halaman web. Selain dapat melihat suhu ruangan, pengguna juga
dapat memberikan masukan kepada Siteplayer berupa batas atas suhu (setpoint)
untuk mengaktifkan pendingin melalui halaman web tersebut. Siteplayer
kemudian mengirimkan setpoint ke mikrokontroler. Dengan metode if..then,
mikrokontroler akan mengaktifkan pendingin melalui relay jika suhu
ruangan saat itu lebih besar atau sama dengan setpoint yang diberikan
dan sebaliknya akan menonaktifkan pendingin jika suhu saat itu lebih
kecil dari setpoint.
Bagaimana
cara mengujinya? Pengujian dilakukan sebanyak dua kali, yaitu yang
pertama dilakukan dengan menggunakan kabel jaringan cross over
dan dihubungkan langsung dengan sebuah komputer desktop. Pengujian
menunjukkan bahwa halaman web pada memori Siteplayer dapat diakses
dengan baik oleh komputer.
Pengujian kedua dilakukan untuk menguji sistem pada suatu jaringan komputer, dengan menggunakan sebuah Hub
Hub SMCFS5
Kemudian mengakses halaman web pengendali suhu untuk diamati perubahan suhunya selama 30 menit.
Hasil pengujian sistem
Tampilan
suhu pada halaman web kurang lebih sama dengan besarnya suhu pada
termometer walaupun pada pertengahan waktu terjadi perrbedaan sebesar 1
derajat yang mungkin dikarenakan sensor LM35 yang terlalui sensitif.
Sementara itu setpoint diatur pada suhu 29 oC, maka kipas akan langsung
menyala, kemudian suhu berangsur-angsur turun sehingga kipas mati pada
menit ke 14. Tetapi kembali naik sedikit di menit-menit akhir dan
akhirnya turun ke suhu 28 oC, mungkin dikarenakan kipas yang digunakan
telalu kecil. Dengan demikian kipas hanya dapat menjaga suhu paling
rendah 28 oC. Suhu ruangan dan status pendingin (kipas) dapat dilihat
secara real time oleh pengguna melalui web browser, akan tetapi Siteplayer tidak akan memperbaharui (update) data-data yang ditampilkan oleh halaman web sampai halaman tersebut di-refresh.
Ditulis dengan perubahan dari skripsi:
NUNGKY OCTAVINO
Program Studi Elektronika dan Instrumentasi
Universitas Gadjah Mada
.png)
.png)
.png)
.png)
0 comments:
Posting Komentar