Sistem Bus
Devais yang terhubung bersama akan
berkomunikasi melalui bus alamat, data dan control. Ketika suatu devais ingin berkomunikasi
dengan lainnya, ia mengirim alamat untuk membedakan
dengan devais lainnya, dimana tiap devais mempunyai alamat yang unik. Devais
master ialah devais yang menginisiasi dan mengontrol komunikasi, sedangkan
devais perespon disebut sebagai slave.
Untuk mengkoordinasikan aktifitas
diantara bagian sistem komputer, bus-bus harus mengikuti aturan pewaktuan dan
sinyal yang spesifik. Protocol bus merefer pada spesifikasi untuk sebuah bus. Protokol bus yang umum ialah synchronous dan asynchronous. Pada protokol synchronous,
aktifitas bus disinkronkan dengan frekwensi pusat yaitu frekwensi sistem. Pada IBM PC, CPU mengakses memori menggunakan
protokol synchronous.
Motherboard PC kita terdiri dari
beberapa bus yang menghantarkan sinyal antar masing-masing komponen. Bus sering disebut juga
dengan lintasan umum yang digunakan untuk transfer data. Jalur ini juga dapat
untuk komunikasi antar dua buah komputer atau lebih.yang mana di dalam
motherboard ini mempunyai tiga macam bus yang disusun secara hirarkis, bus yang
lambat di hubungkan di bawah bus yang cepat. Setiap peripheral komputer terhubung pada salah satu
dari bus-bus ini, dan chipset berfungsi sebagai jembatan atas bus yang berbeda.
Berikut ini bus utama dalam sistem komputer modern :
§
Bus Prosessor.
Disebut juga dengan front-side bus
(FSB), merupakan bus tercepat pada komputer dan merupakan inti dari chipset
(dan motherboard). Utamanya, bus ini di gunakan oleh mikroprosesor untuk
melewatkan informasi ke / dari chache atau memori utama, dan juga ke chipset
north-bridge. Bus prosessor pada komputer sekarang berjalan pada kecepatan
66MHz, 100MHz, 133MHz,atau 200Mhz menggunakan lebar
jalur data 64 bit (8 byte).
§
Bus ISA . Bus 16-bit
8MHz. kecepatan ini sangat rendah namun cukup ideal untuk peripheral yang
memang berkecepatan rendah, termasuk piranti lama. Untuk keperluan modem,
sound-card, dan piranti berkecepatan rengdah lain bus ini masih mencukupi. Komputer generasi
terakhir seperti Pentium 4 relatif tidak menyertakan bus / slot ini didalamnya.
Pada chipset south-bridge terdapat controller yang bekerja sebagai bus ISA
sekaligus interface dengan bus PCI diatasnya.Chip super I/O biasanya terhubung kepadanya , terutama pada sistem lama yang masih memiliki
slot ISA. Bus
lain bernama EISA hasil dari arsitektur Micro Channel IBM untuk kompatibel
dengan PC. IBM Micro Channel Architecture (MCA) sendiri selesai dibuat pada tahun 1987 ketika mikroprosesor
80386 diluncurkan tahun 1985.
§
VESA(Video electronics Standards Association), dikenal sebagai VESA local bus atau VL bus. VL Bus
versi 1.0 ialah bus 32 bit yang dapat bekerja hingga 33MHz.
§
Bus PCI . Bus 32-bit
yang normalnya berjalan pada 33MHz. Komputer yang modern mendukung PCI 64-bit
66MHz. bus ini terdapat baik pada chipset north –bridge atau pada I/O
controller hub. Disajikan di motherboard sebagai slot 32-bit yang umumnya
berwarna putih sebanyak 3 dan 6 slot dan banyak digunakan oleh peripheral
komputer yang membutuhkan kecepatan tinggi
misalnya SCSI, kartu jaringan (Network Interface Card, NIC), dan
lain-lain.
§
Bus AGP . Bus cepat 32 bit yang khusus untuk kartu grafis /
video. Berjalan paada kecepatan 66MHz (AGP 1x),133MHz (AGP 2x), 266 MHz (AGP
4x), atau 533MHz (AGP 8x) yang akan menghasilkan bandwidth hingga sebesar
2,133MB/det. AGP di hubungkan ke north-bridge atau memori controller hub pada
chipset dan konektornya pada motherboard
yang diwujudkan dalam bentuk slot AGP pada system yang mendukungnya, umumnya
berwarna coklat.
Pada
motherboard ada juga bus yang tersembunyi misalnya LPC. Bus
ini hanya terdapat pada chipset arsitektur hub dan tidak ada konektor hubungan
keluar yang dapat dilihat. Berikut penjelasan singkat mengenai bus-bus
yang umum digunakan sebagai interfacing dengan berbagai kartu (cards)
ISA (Industrial Standard
Architecture)
Bus ISA
dikembangkan oleh IBM di Boca Raton, Florida. Ketika IBM memperkenalkan
IBM PC tahun 1981, digunakanlah bus ISA 8 bit, namun pada bulan Agustus 1984
IBM memperkenalkan IBM PC-AT (Advance
Technology) yang menggunakan bus ISA 16 bit.Slot ISA terdiri dari 16 bit,
meskipun tersedia yang 8 bit yang merupakan subset dari ISA 16 bit. Oleh karena
itu kartu ISA 8 bit dapat dipasang pada slot ISA 16 bit namun tidak sebaliknya.
Slot ISA ini paling tepat
dijadikan praktikum interfacing komputer karena kemampuan chip yang kita
gunakan umumnya sesuai dengan kecepatan dan lebar data bus ISA. Pada ISA 8 bit
hanya terdapat sebuah pengontrol DMA (DMA Controller). Bus ISA 16 bit
mempunyai 2 buah pengontrol DMA yaitu master dan slave. Pengontrol
DMA dapat diprogram untuk transfer baca (data dibaca dari memori ke piranti
I/O), transfer tulis (data dibaca dari piranti I/O ke memori) dan transfer
verify yang digunakan oleh DMA kanal 0 untuk merefresh RAM/memori di komputer.
Ketika
IBM PC XT diperkenalkan, ia hanya memiliki sebuah kontroler interupsi yaitu
dari IC 8259 yang hanya bisa mengalamati 8 interupsi. Baru pada computer IBM PC
AT dan seterusnya mempunyai pengontrol kedua dalam kombinasi master /slave. Sinyal interupsi bisa berupa
edge triggered atau level triggered. Umumnya secara default
ialah edge triggered dan aktif tinggi. Berikut Tabel perbandingan
Bandwith ISA, EISA, dan Micro Channel Bus .
Tabel 11.1 Karakteristik berbagai Bus
|
Karakteristik
|
ISA
|
EISA
|
Micro Channel
|
|
Maks. jalur data
|
16 bit
|
32 bit
|
32 bit
|
|
Kecepatan slot bus ekspansi
|
8
|
8
|
10
|
|
|
8
|
16
|
20
|
Semakin
canggih komputer, yang membutuhkan kecdepatan bus yang berbeda (missal port ISa
dengan VGA Card), para desainer motherboard mendesain ulang bus yang disebut
sebagai local bus. Ide dari local bus ialah mengakses sistem bus pada kecepatan yang sama dengan mikroprosesor atau mendekatinya. Pada mikroprosesor berkecepatan 33MHz yang
memiliki bus local dan ISA, kecepatan bus ISA terbatas hanya 8 MHz, tetapi
sinyal local bus diakses pada kecepatan yang sama
dengan CPU, yaitu 33MHz.
PCI (Peripheral Component Interconnect)
Setelah munculnya bus ISA
yang mempunyai keterbatasan kecepatan dan jumlah bit, dikenalkan lagi bus EISA (Extended ISA), VESA (Video Electronics Standard Association)
dan PCI, karena hadirnya mikroprosesor kecepatan tinggi seperti 486 dan Pentium
dibutuhkan bus dengan bandwith kecepatan
tinggi. PCI berbasis pada local bus yang cepat. Pada perkembangannya, PCI diadopsi menjadi standar industri di
bawah administrasi dari PCI Special
Interest Group (PCI-SIG) yang kemudian definisi dari PCI diperluas menjadi
konektor standa interface bus (slot) ekspansi.
PCI mempunyai interface
sebesar 64 bit dan mengimpelentasikan lebar jalur 32 bit untuk bus data dan alamat (AD[31:0])
(bandingkan dengan ISA ,16 bit). PCI ialah
bus dengan arsitektur sinkronous, yakni bus dimana semua transfer data
dijalankan secara relatif bersamaan terhadap pulsa detak sistem. PCI yang sekarang, spesifikasinya diperluas untuk mendukung operasi
pada 133 MHz, namun yang banyak digunakan komputer sekarang tetap 33 MHz.
PCI mendukung mekanisme auto-configuration dimana setiap piranti
PCI terdapat sekelompok register konfigurasi yang memungkinkan
identifikasi/pengenalan akan jenis piranti seperti SCSI ,
Video, Ethernet dan lainnya. PCI mendukung pemakaian tegangan
5 V dan 3.3 Volt. Namun pin tegangan 3.3 Volt baru dihubungkan ke slot
PCI pada komputer keluaran terakhir. PCI local bus adalah
independen, dapat digunakan pada berbagai mikroprosesor, bukan hanya pada
prosesor INTEL.
AGP (Accelerated Graphics Port)
AGP didesain untuk motherboard Pentium II ke atas, AGP dianggap mampu
bekerja 4 kali lebih cepat dibandingkan bus PCI yang menggunakan pipelining.
Bus ini dibuat oleh intel sebagai bus yang didisain
khusus untuk aplikasi video dan grafis.
Tabel 11.2
Perbedaan AGP dengan PCI
|
AGP
|
PCI
|
|
Permintaan
Pipelined
|
Tidak
pipelined
|
|
Address/data
de-multiplexed
|
Address/data
multiplexed
|
|
Peak
pada 533MB/s dalam 32 bits
|
Peak
pada 133MB dalam 32 bits
|
|
Single
target, single master
|
Multi-target,
multi-master
|
|
Hanya
Memory read/write
|
Link
ke seluruh sistem
|
|
Antrian
prioritas High/low
|
Tidak
ada Antrian prioritas
|
Karena kelebihan inilah AGP mampu membuat frame rate lebih bagus dan menampilkan
grafik 3D yang lebih realistis. AGP berbasis pada PCI dengan
beberapa tambahan dan peningkatan, namun secara elektris maupun logis tidak
bergantung pada PCI. Namun memiliki tambahan sinyal ,
letaknya juga dibedakan dengan slot PCI. Dalam sebuah motherboard hanya bisa
terdapat 1 slot AGP.
AGP 1.0 dirilis juli 1996 dengan ketentuan clock rate 66MHz dengan
pensinyalan 1x atau 2x dengan menggunakan tegangan kerja sebesar 3.3Volt. AGP versi 2.0 dirilis Mei 1998 dengan tambahan kemampuan
pensinyalan 4x dan tegagan kerja 1.5Volt. slot
untuk AGP 1x/2x berbeda dengan slot AGP 4x, dimana pada AGP 4x tidak terdapat
pembagi di tengah slot ( sebagai key notch ). Penting :
beberapa motherboard yang menyediakan AGP 4x hanya mendukung AGP 4x dan
tegangan 1.5 Volt artinya tidak kopatibel dengan versi sebelumnya.
Transfer Data
Bus PCI saat ini mendukung transfer data hingga
132 MB/s, dimana AGP (pada 66MHz) mendukung hingga 533 MB/s. AGP dapat melakukan ini karena kemampuannya untuk
mentransfer data pada ujung naik dan turun detak 66MHz.
Gambar 11.1 Diagram arsitektur AGP
DIME (Direct
Memory Execute) ialah fitur yang paling penting dari AGP. Chip grafik AGP mempunyai kemampuan untuk mengakses
memori utama secara langsung untuk operasi complex dari pemetaan bentuk.
USB (Universal
Serial Bus)
Mengenal USB
USB ialah port yang sangat
diandalkan saat ini dengan bentuknya yang kecil dan kecepatan datanya yang
tinggi. Anda
dapat menghubungkan hingga 127 produk usb dalam 1 komputer. USB versi 1.1 mendukung 2 kecepatan yaitu mode kecepatan penuh
12Mbits/s dan kecepatan rendah 1.5 Mbits/s. USB 2.0 mempunyai kecepatan
480Mbits/s yang dikenal sebagai mode kecepatan tinggi.
Saat ini transfer data menggunakan port USB sudah
semakin marak, port USB menjadi pilihan utama karena ukuran yang ringkas dan
kecepatan transfer data yang cukup besar.
Sebagai perbandingan, Bus PCI
saat ini mendukung transfer data hingga 132 MB/s, dimana AGP (pada 66MHz)
mendukung hingga 533 MB/s. AGP dapat
melakukan ini karena kemampuannya untuk mentransfer data pada ujung naik dan
turun detak 66MHz.
Ada dua macam konektor USB :
konektor A untuk hubungan ke host dan konektor B untuk hubungan ke peranti USB
. Secara fisik dapat dibedakan dengan mudah untuk menghindari kesalahan
pemasangan.
Konektor
jenis A Konektor jenis B
Gambar 11.2 Konektor USB
Untuk menghubungkan lebih luas seperti menghubungkan ke piranti berukuran
kecil layaknya seperti handphone, PDA, dan sebagainya. Dibuat untuk konektor
mini-A dan mini-AB. Semua jenis konektor USB di hubungkan dengan empat kabel
sebagaimana tabel berikut di bawah ini
Tabel 11.3 Pengkabelan USB.
|
Pin
|
Warna Kabel
|
Fungsi
|
|
1
|
Merah
|
VBus ( 5 volt )
|
|
2
|
Putih
|
D-
|
|
3
|
Hijau
|
D+
|
|
4
|
Hitam
|
Ground
|
Fungsi USB
Suatu piranti USB dapat dikatakan sebagai sebuah alat transceiver(
pengirim sekaligus penerima ) Baik host maupun USB itu sendiri. Sebuah istilah
baru di perkenalkan, yakni USB function yang maksudnya adalah peralatan
USB yang memilki kemampuan khusus. Seperti printer, scanner,
modem, dan lain-lainnya.
Karakteristik Elektris USB
Rentang tegangan kerja sinyal USB
adalah 0.3 Volt sehingga 3.6 Volt pada beban 1.5 kW. Logika
tinggi di dapat jika tegangan sudah melebihi 2.8 Volt terhadap ground pada
beban 1.5 kW. Pada piranti USB yang
berkecepatan rendah dan penuh, diferensial 1 dikirim dengan menarik D+ hingga
lebih besar dari 2.8 Volt dengan sebuah resistor 1.5 kW terhubung ke ground dan sekaligus menarik D- hingga
dibawah 0.3 Volt dengan sebuah resistor
1.5 kW terhubung ke 3.6 Volt.
Hal yang sama diferensial 0 adalah D- lebih besar dari 2.8 Volt dan D+ lebih
rendah dari 0.3 Volt dengan resistor pull-up dan pull-down yang sama. Di bagian
penerima diferensial 1 di definisikan sebagai D+ lebih besar 200 mV dari D-, dan diferensial 0 berarti D+
lebih kecil dari 200mV dibanding D-. pada USB
berkecepatan tinggi 480 Mbit/s digunakan sumber arus tetap 17,78 mA untuk
mengurangi noise.
Data dikirim secara
serial, maka piranti USB harus mampu menangani gelombang kontinyu. Gelombang
ini di hubungkan langsung ke pin data USB dari sebuah sumber tegangan dengan
impedansi output 39W. Sumber tegangan rangkaian
terbuka untuk keperluan ini ada pada kemungkinan terburuk dari adanya overshoot dan undershoot.
Pada koneksi USB dengan kecepatan 12 MHz digunakan
kabel twisted-pair yang terlindung
dengan impedansi 90W
kurang lebih 15% dan delay maksimumnya 26ns.Sedang impedansi pada
drivernya harus antara 28W hingga 44W. Jika di ukur, arus yang
masuk dan keluar piranti USB V1.1 tidak boleh melebihi 10,71 VOH mA.
Tegangan logika yang di masukan ke D+ dan D- tidak boleh melebihi 0.3 VOH untuk
logika rendah dan juga harus turun sebesar 0.7 VOH untuk logika
tinggi.
Karena ada piranti USB
yang berkomunikasi pada kecepatan rendah 1.5 MHz, maka kombinasi kabel dan
piranti USB harus mengandung kapasitas tunggal dengan nilai 200pF hingga 450pF
di pin D+ dan D-. Perambatan delay pada kabel kecepatan rendah harus kurang
dari 18 ns. Data sinyal yang naik turun diukur dari 10% hingga 90% dari
sinyal,dengan toleransi 10%. Waktu untuk ini dari 4ns hingga 20ns, tergantung
kecepatan USB yang digunakan.
Sudah saatnya anda membangun aplikasi menggunakan
port USB. Jika anda ingin membangun sistem
elektronika berbasis port USB, dapat menggunakan chip FTDI atau modul FTDI,
antara lain :
·
FT2232C , IC
USB UART/FIFO
FT2232L - 
Gambar 11.3 Chip FT2232C
IC ini mempunyai fitur :
·
Single chip USB
<=> asynchronous serial data transfer
·
Full handshaking
& modem interface signals
·
UART interface
mendukung 7/8 data bits, 1/2 stop bits
dan Odd/Even/Mark/Space/No Parity
·
Data transfer
rate 300 Baud => 3M Baud (TTL)
·
Data transfer
rate 300 Baud => 1M Baud (RS232)
·
Data transfer
rate 300 Baud => 3M Baud (RS422/RS485)
·
384 Byte Rx
buffer/128 Byte Tx buffer for high data throughput
·
Rx buffer timeout
dapat disesuaikan
·
Dukungan built-in
untuk event characters dan kondisi line break
·
Auto transmit
buffer control untuk RS485
·
Mendukung USB
suspend/resume through SLEEP# and RI# pins
·
Mendukung daya
tinggi USB bus powered devices melalui pin PWREN#
·
Integrated level
converter dan UART dan sinyal control untuk interfacing ke logika 5V dan 3.3V
·
Kompatibel USB
1.1 dan USB 2.0
·
EEPROM
programmable on-board melalui USB
·
FT245BM, IC
USB FIFO kecepatan tinggi
IC ini memiliki fitur yang
mirip dengan IC TF2232C, untuk aplikasi Modem, PC, instrumentasi dan lain
0lainnya berbasis USB.
Selain dapat membeli chip tersebut, kita dapat juga
membeli modul-modul DIP menggunakan chip FTDI, antara lain DLP-2232M, yaitu modul menggunakan FT2232C3rd generation Dual USB UART/FIFO
Gambar 11.4 DLP-2232M
Versi lainnya seperti DLP-USB245M ialah modul ekonomis
menggunakan chip FT245BM sebagai USB FIFO. Modul ini memiliki chip pendukung
antara lain 93C46 EEPROM untuk kustomisasi OEM.
Beberapa chip dan model lainnya dapat anda miliki dari produk FTDI.
Gambar
11.5 DLP-USB245M
Demikianlah penjabaran dari sistem bus dan
penerapannya. Semoga
Anda dapat mengembangkan berbagai aplikasi yang berhubungan dengan Bus
Komputer.
LATIHAN :
1.
Apa yang dimaksud dengan local bus dan sebutkan cara
kerja port PCI.
2.
Jelaskan
perbedaan antara devais master dan slave
3.
Mengapa bus EISA
kecepatannya terbatas hanya 8MHz.
4.
Sebutkan 3
karakteristik uatam dari sebuah bus
5.
Kembangkan
aplikasi yang menggunakan chip FTDI FT2232C untuk aplikasi USB
6.
Apa yang disebut
sebagai autoconfiguration, dan mengapa sangat diperlukan ?
7.
Jelaskan fungsi dari sinyal AEN.
8.
Berapa frekwensi dari bus ISA ?
9.
Kembangkan aplikasi menggunakan modul DIP dari produk
FTDI.
10. Berapa kecepatan dari bus
PCI dan EISA
.png)
.png)
.png)
.png)
0 comments:
Posting Komentar